[GD’s Birthday Project] [FanFic] IF YOU

Title : If You

Author : hbyung88 (contact person IG : @ckyhy_elf / Line : ditaelf

Genre : Romance, Sad

Cast :

  • Kwon Jiyoung aka G-Dragon
  • Park Hyobyung (OC)

Desclaimer : 100% handmade (?) ORI dari otak sendiri. Semua yang ada di ff ini murni karangan author jadi jangan dicari kebenaran nya karena sudah pasti nggak akan nemu di sosmed atau blog manapun 😂. Copas ? Repost ? You die 🔫Annyeong ^0^ welcome to my FF 😊. Akhirnya setelah berperang dengan waktu dan tugas FF ini kelar juga 😇  Awalnya author ga nyangka bakal kelar nih FF berhubung banyak tugas. Awalnya author pesimis banget nih FF bakal jadi sesuai deadline. Tapi akhirnya kelar juga 😂. Baiklah daripada kelamaan karena author nyampah mulu langsung CEKIDOTT hayuuuk. Hope you like it, dan terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendukung saya 😘

Typo gentayangan ~~

Dia pergi. Dan aku tak dapat berbuat apa-apa. Seperti orang bodoh, aku berdiri dengan hampanya disini. Aku seharusnya memperlakukanmu lebih baik ketika aku memilikimu. Jika tidak terlambat bisakah kita kembali bersama-sama ? – If You

Dering ponsel membangunkan seorang gadis cantik yang tengah tertidur lelap di meja makan apartementnya. Wajahnya terlihat sembap dan kantung matanya terlihat menebal. Ia masih enggan membuka matanya. Lebih tepatnya enggan menghadapi kenyataan yang menghadapinya. Namun, dering ponselnya terus berbunyi, membuatnya mau tidak mau harus bangun dan mengangkat panggilan masuk dari ponselnya itu. Menegakkan badannya yang terasa kaku karena semalaman tidur dimeja makan dengan posisi yang sama, duduk membungkuk dan meletakkan kepalanya diatas kedua tanggan nya yang ia lipat diatas meja. Mengerjapkan matanya berulang kali. Mencoba membiasakan matanya dengan cahaya yang menerangi ruangan ini. Namun kemudian, sinar matanya berubah menjadi sendu, terselip rasa sedih dan kekecewaan yang besar didalamnya. Kenyataan yang  terlihat semakin jelas didepan matanya, membuat ia hanya bisa tersenyum pahit. Berbagai macam makanan dan kue tart berukuran sedang dengan lilin yang telah mati tersusun rapih di atas meja makan ruangan ini. Ia yang telah berkerja keras membuat semua ini menjadi nyata. Demi membuat sebuah makan malam romantis bersama kekasihnya. Semuanya telah ia susun dengan sempurna. Makan malam dengan susasana penuh cinta ketika jarum jam mendekati pukul 12 malam. Lalu ketika jarum jam telah berada di angka 12 pas ia akan mulai mengucapkan berbagai kata romantis untuk kekasihnya, berterimakasih karena selama 3 tahun ini telah menemani hari-harinya, dan berakhir dengan sebuah pesta kecil dengan kue tart yang telah ia siapkan. Ya, hari ini adalah ulang tahun kekasihnya bersamaan dengan hari jadi mereka yang ke-3 dan tadi malam ia berencana memberikan sebuah surprise kecil untuk kekasihnya. Namun impiannya hancur seketika ketika hingga pukul 12 malam kekasihnya tak kunjung datang ke Apartemennya. Alhasil, ia merayakan pestanya seorang diri. Ia mengakhiri pesta -seorang dirinya dengan membuat permohonan didepan sebuah kue tart yang telah ia siapkan. Ia menyatukan kedua tanggannya sambil memejamkan mata, menggumamkan permohonannya pada Tuhan. Harapannya hanya satu ‘Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan doanya’ lalu ia meniup lilin yang ada diatas kue tart itu hingga mati. Matanya masih terpaku pada lilin-lilin yang sudah mati itu. Pandangannya menerawang, mengingat apa yang terjadi padanya selama sehari ini. Hingga tanpa ia perintah, air matanya mulai menetes membasahi jari jemarinya yang saling bertaut diatas pangkuannya. Ia makin terisak ketika menyadari sudut hatinya terasa nyeri. Air matanya sudah tidak terbendung lagi. Ia menahan tangisnya yang seakan ingin meledak hingga bahunya berguncang. Gadis itu -Park Hyobyung, menangis seorang diri ditengah kegelapan malam.

Sejenak ia terlupa pada panggilan dari ponselnya. Pandangannya terus menerawang akan apa yang terjadi kemarin malam. Hingga tiba-tiba ia terbangun dari lamunannya, membuang jauh-jauh apa yang ia fikirkan dan meraih ponsel yang bahkan sejak tadi tidak ia hiraukan

“Yeoboseyo ?” Tanpa melihat siapa yang menelponnya Hyobyung menggeser tombol angkat pada layar ponselnya

“Hyo-ya, kau dimana ? Kenapa belum datang?”

“Oh Hyura-ya, aku masih dirumah. Emm, sepertinya aku tidak akan masuk kerja. Aku tidak enak badan. Tolong katakan pada PD Nam aku tidak masuk ya” Jelasnya. Ia tidak berbohong, jujur saja badannya terasa remuk terlebih hatinya. Ia hanya tidak ingin bekerja dengan kondisi seperti ini, ia yakin Hyura akan membombardirnya dengan banyak pertanyaan, dan ia juga tidak yakin bisa bekerja dengan baik sedangkan pikirannya melayang kemana-mana yang ada nanti malah ia mendapat masalah baru karena tidak konsentrasi.

“Kenapa ? Kau sakit ?” Tanya Hyura khawatir

“Emm, ya kurasa. Aku kelelahan”

“Ahh, baiklah. Apa perlu kutemani ke dokter ?”

“Tidak perlu, aku baik-baik saja. Hanya perlu istirahat dan minum obat”

“Benar tidak apa-apa ?” Hyura bertanya masih dengan nada khawatirnya

“Ne, Gwenchana” Balas Hyobyung seraya tersenyum, meskipun ia tahu Hyura tidak akan bisa melihat senyumnya ini 

“Hhhh, baiklah. Jangan lupa istirahat dan minum obat Ok? Nanti aku katakan pada PD Nam. Aku akan kerumah mu sepulang dari kantor nanti”

“Hmm. Gomawoyo Hyura-ya”

Tut~~ 

Setelah memutuskan sambungan telepon, Hyobyung menyandarkan punggungnya dengan lesu ke sandaran kursi. Ia kembali menatap nanar meja makannya. Kecewa dan sedih, hanya dua kata itu yang dapat menggambarkan kondisi hatinya saat ini. Kemudian ia menggeleng kecil berulangkali, membuang segala pikiran buruk nya dan mencoba untuk ber-possitive thinking kepada kekasihnya itu

‘Mungkin dia sangat sibuk sampai tidak sempat mengabariku’ Tegasnya dalam hati. Ia mencoba mempercayai statement yang ia buat sendiri meskipun kenyataanya sangat bertolak belakang dengan apa yang ada di lubuk hatinya. Tanpa menunggu lebih lamal lagi, ia segera meraih ponselnya. Mendial sebuah nomor hingga terdengar nada sambung. Lama ia nenunggu namun tak ada jawaban dari kekasihnya itu. Hingga kemudian terdengar suara yang benar-benar terdengar menyebalkan ditelinganya. Suara seorang wanita operator telefon. Sial. Sepertinya kekasihnya itu benar-benar sibuk. Akhirnya ia pun memilih untuk meninggalkan sebuah pesan suara untuk kekasihnya

“Ini aku. Kau sangat sibuk ya ? Sampai menghubungimu saja sangat susah. Serasa seperti aku ini sedang di bulan dan kau dibumi. Kenapa tidak datang ? Kau tahu betapa sedihnya aku ? Setelah siang kemarin kau bahkan dengan jelas mengatakan padaku kalau kau bisa datang lalu tiba-tiba kau menghilang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Aku sudah membuatkan banyak makanan dan kue tart untukmu namun sepertinya semuanya akan berakhir ditempat sampah. Ini benar-benar tidak adil.” Hyobyung merajuk seperti anak kecil dalam pesan suaranya. 

“Kenapa seperti ini ?” Ucapnya lirih, tiba-tiba nada suaranya berubah drastis. Tanpa sadar, air matanya kembali menggenangi pelupuk matanya. Ia terisak pelan. Namun itu tidak berlangsung lama. Ia segera menghapus air matanya dan tertawa hambar

“Hahahaha, aku bercanda. Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk uri Young-ie. Semoga yang kau inginkan dapat terkabul. Selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan. Ah ya dan satu lagi. Happy 3rd aniversarry dear. Terimakasih karena telah menemaniku selama 3 tahun ini. Aku bahagia bisa memiliki mu. I Love You. Jangan lupa telefon aku”

Pip~~

Hyobyung mengakhiri pesan suara nya. Menghela nafasnya sambil menyandarkan punggungnya. Kemudian ia menatap makanan itu kembali

‘Ini harus segera dibereskan’ Ucapnya dalam hati. Kemudian ia bangkit dari duduknya. Mengikat rambutnya asal, lalu mulai membereskan semua makanan yang ada dimejanya. Membawanya satu-satu dikedua tangannya, dan membawanya ke dapur untuk segera dibuang ke tempat sampah. Setiap makanan yang ia buang, ia selalu menghela nafas berat. Entahlah, hatinya masih terasa sakit dan lelah akan semua ini

Nama gadis itu Park Hyobyung, lahir di Seoul, 25 Januari 25 tahun lalu. Ia adalah seorang reporter disalah satu stasiun televisi ternama di Korea. Berasal dari keluarga sederhana dan ia adalah anak tunggal. Sejak kecil ia sudah di didik untuk disiplin dalam berhemat dan pandai-pandai dalam memanfaatkan uang. Maka tidak heran ketika umurnya baru menginjak 18 tahun ia sudah bisa menghidupi dirinya sendiri termasuk membayar biaya kuliahnya di salah satu universitas ternama Korea. Orang tuanya meninggal ketika usianya baru menginjak 10 tahun dalam sebuah kecelakaan mobil. Hanya ia yang selamat dalam tragedi itu sementara kedua orangtuanya tewas ditempat kejadian. Selama 8 tahun ia hidup bersama paman dan bibinya. Hingga suatu hari ketika ia merasa sudah terlalu banyak merepotkan bibinya dan ia juga merasa sudah bisa menghidupi dirinya sendiri, ia memutuskan untuk tinggal sendiri disebuah apartement sederhana yang ia beli dengan kredit

“Bibi, Paman, terima kasih karena telah merawatku selama ini. Maaf karena telah banyak merepotkan kalian. Dan maaf karena aku tidak bisa memberi apa-apa pada kalian. Tapi aku janji suatu saat aku akan membanggakan kalian juga ayah dan ibu” Ucap Hyobyung sungguh-sungguh

“Kau benar tidak apa-apa tinggal sendiri ? Kami sama sekali tidak merasa keberatan kau tinggal disini. Kau sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri Hyo-ya, kau tidak perlu merasa sungkan pada kami” Ucap bibinya mencoba meyakinkan Hyobyung

“Tidak bi, kurasa aku sudah cukup dewasa untuk hidup sendiri. Anggap saja ini sebagai pelatihan untuk ku belajar hidup mandiri. Karena aku tidak mungkin selamanya akan terus bergantung pada bibi, kan ? Suatu saat aku juga akan berpisah dengan bibi dan menjalani hidup ku sendiri. Dari pada ketika hari itu tiba aku malah sedih dan tidak tahu harus berbuat  apa, lebih baik mulai sekarang aku berlatih agar ketika hari itu tiba aku sudah siap dan aku hanya tinggal melanjutkan apa yang sudah kumulai dulu. Setidaknya aku tidak perlu pusing mencari pekerjaan dan tempat tinggal. Toh apartementnya tidak terlalu jauh dari sini, jika bibi merasa kesepian bibi bisa kerumah atau telefon aku, aku akan datang kesini” Jelas Hyobyung panjang lebar sambil sedikit bergurau untuk mencairkan suasana kaku diantara mereka 

“Kau mendoakan paman dan bibimu ini cepat mati, ya ? Kau juga hanya akan kesini ketika bibi merindukanmu lalu menelfonmu ?” Bibi mencibir Hyobyung

“Aduuh bibi ini bicara apa. Tentu saja aku akan kesini jika aku ada waktu. Terserah bibi mau merindukanku atau tidak”

Hyobyung terus bergurau dengan bibi dan pamannya. Bibi terus memperhatikan wajahnya yang selalu mengeluarkan berbagai ekspresi berbeda, terkadang tersenyum, kesal karena terus-terusan digoda oleh pamannya, bahkan tertawa lepas. Semuanya ia rekam dan ia simpan dalam memori otaknya yang tersisa. Lalu ia teringat pada kejadian kecelakaan waktu itu. Hyobyung kecil yang menangis histeris melihat ayah dan ibunya. Serta sebuah pesan dari Oppa nya (ayah Hyobyung) yang menitipkan Hyobyung padanya. Bagaimana dulu ketika hari-hari setelah orangtuanya pergi ia bahkan hanya mengurung diri di kamar. Bagaimana anak yang dulu bahkan sangat ceria tiba-tiba kehilangan senyumnya. Tanpa sadar air mata telah mengalir di pipi sang bibi. Bagaimanapun kini Hyobyung sudah besar, ia sudah dewasa dan ia tidak perlu terlalu ikut campur dalam hidupnya. Ia bangga bisa membesarkan Hyobyung, setidaknya ia bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu dan juga merawat seorang anak meskipun bukan dari rahimnya sendiri. Karena mungkin ia memang ditakdirkan untuk tidak bisa memiliki seorang anak. Bahkan ia merasa sudah terlalu tua walau hanya untuk sekedar mengadopsi anak.

“Bibi kenapa ?” Tanya Hyobyung khawatir melihat bibinya yang tiba-tiba menangis. 

‘Anak ini, dia terlalu cantik dan baik. Kasihan kalau dia harus menghadapi kerasnya dunia ini sendirian. Tapi apa boleh buat. Aku bahkan tidak bisa melarangnya.’

“Dasar keras kepala !” Bibi tiba-tiba memukul lengan Hyobyung. Membuat Hyobyung memekik

“Aww bibi ini apa-apa an sih ?” Kemudian bibinya itu hanya tertawa dan memeluk Hyobyung penuh kasih.

Bibi, aku berangkat ana uang saku ku ?” Tanya Hyobyung, ia bercanda, hanya ingin sekedar mencairkan suasana diantara mereka yang diliputi rasa sedih karena harus berpisah

“Kau ini benar-benar ya ?” Bibi hanya menatap nya tidak percaya

“Haha tidak aku bercanda. Paman aku berangkat dulu” Ia memeluk paman yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri itu setelah sebelumnya ia memeluk bibinya

“Ya, hati-hati. Hubungi kami jika kau membutuhkan bantuan. Terutama jika masalah keuangan”

“Arraseo. Baiklah aku berangkat dulu ne. Annyeong” Hyobyung melambaikan tangannya dan mulai keluar dari lingkungan rumah paman dan bibinya sambil menggeret koper besarnya. Ia berjalan menuju halte bus . Sebenarnya paman ingin mengantarnya hingga ke apartement barunya itu. Namun bukan Hyobyung namanya jika tidak keras kepala. Sebel ia benar-benar keluar dari lingkungan rumah bibinya, ia berbalik. Menatap pamam dan bibinya bergantian. Ia tahu, bibinya menahan mati-matian air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Menggoda bibinya untuk terakhir kali sebelum berpisah tidak apa-apa kan ? Tanya nya lebih kepada hatinya sendiri

“Bibi jangan menangis. Kita masih bisa sering ketemu kan ? Bibi ini seperti tidak akan bertemu lagi denganku saja” Hyobyung berkata sambil tersenyum lebar. Mencoba terlihat ceria. Padahal dalam hatinya ia juga sedih dan takut akan berpisah dengan bibinya. Sementara bibi yang ketahuan oleh keponakannya sendiri terlihat malu

“Kau ini . . . . Cepat pergi sana. Sebelum aku berubah pikiran dan menyeretmu kembali kerumah dan tidak akan mengijinkanmu tinggal sendirian sampai kapanpun !” Bibi menyahut dengan kesal, dan tanpa sengaja setetes air matanya mengalir begitu saja. Berat rasanya melepas “anak” nya ini pergi. 

“Hahaha, arraseo. Aku pergi” Hyobyung hanya tertawa ringan lalu kembali melanjutkan langkahnya. Sementara Bibi sudah menangis tersedu-sedu dipelukan Paman.

“Annyeong haseyo G-Dragon ssi. Saya reporter Park Hyobyung dari stasiun TV NHC. Semoga kita dapat berkerjasama degan baik” Ucap Hyobyung sambil menjabat tangan G-Dragon

“Ne, saya G-Dragon. Mohon kerjasamanya”

Tanpa disangka, G-Dragon menjabat tangan Hyobyung dengan ramah. Tidak seperti yang Hyobyung pikirkan selama ini “G-Dragon adalah artis tenar dengan sejuta kesombongan dam keangkuhannya” seperti yang ia lihat di TV. Namun perkiraannya salah, pria itu bahkan tersenyum ramah padanya

Itu adalah awal pertemuan mereka. Berawal dari sebuah wawancara eksklusif antara dia dan G-Dragon yang membahas project solo debutnya dalam album One Of A kind yang akan rilis beberapa minggu lagi. Ia berkenalan dengan pria itu. Hingga semakin lama, mereka semakin dekat dan timbul perasaan cinta diantara mereka. Awalnya Hyobyung sudah menganggap bahwa apa yang ia jalani bersama perasaanya pada pria itu sudah salah. Mereka berbeda. Sangat jauh berbeda dari segi apapun. Namun ia juga tak bisa membohongi perasaanya pada pria itu dan jujur ia juga ingin memiliki pria itu.

“Aku bukan pria romantis yang bisa mengucapkan berbagai kata romantis, kau tahu itu bukan ? Dan aku juga tidak memiliki banyak waktu untuk mengucapkan itu. Jadi langsung ke intinya saja. Aku menyukai mu, entah sejak kapan. Tiba-tiba saja aku sudah menganggapmu sebagai wanita. Jadi apa kau mau menjalani hubungan ini denganku ? Aku tidak menjanjikan ini akan mudah, tapi percayalah aku akan berusaha agar semua ini menjadi mudah untuk kita. Jadi ?” Jiyoung -G Dragon menumpahkan seluruh isi hatinya didepan wanita ini. Berharap jawaban “YA” yang ia dapat.

“Kau ?” Hyobyung hanya menganga tidak percaya, ia tidak menyangka selama ini perasaannya terbalas

“Ya, aku gila. Aku benar-benar sudah gila karena mu !” Jiyoung berkata pelan, ia menatap dalam manik mata Hyobyung

‘Ya Tuhan, pria ini benar-benar tulus mencintaiku !’Hyobyung berteriak dalam hatinya

Hyobyung hanya menutup mulutnya dengan salah satu tangannya, tidak percaya. Hanya satu kata itu yang benar-benar menggambarkan isi hatinya

“Jadi bagaimana ?” Jiyoung kembali bertanya setelah beberapa saat Hyobyung hanya mematung menatapnya

“Ya, aku mau” Hyobyung menjawab dengan malu-malu. Sebenarnya daritadi pun hanya kata itu yang ingin ia teriakan namun ia hanya tidak ingin terlihat murahan didepan Jiyoung dengan langsung menerima cinta pria itu.

Jiyoung hanya tersenyum melihat wajah cantik wanitanya ini yang merona karenanya. Entah kenapa ia suka. Dan disitulah awal kisah cinta mereka yang melelahkan dimulai
                                                                                      —
Seoul 18 Agustus 2015 10:00 KST
“Hi bro ! Happy birthday !” Ucap Seungri bersama member BigBang yang lainnya yang baru sampai dan segera menyusul G-Dragon di Studio mereka
“Kau tidak pulang semalam ?” Tanya Taeyang yang menyadari Leader mereka berada distudio semalaman demi menggarap comeback mereka
“Tidak” Jawab Jiyoung dingin
“Bukankah hari ini adalah ulang tahun mu dan perayaan 3 tahun kalian ?” Kali ini Daesung
“Ya” Lagi-lagi ia hanya menjawab menjawab singkat dan dingin
“Lalu kenapa kau malah disini bukannya pulang dan merayakannya bersama Hyobyung ? Bukankah kemarin kau juga sudah janji padanya kalau kau akan pulang ? Aku tidak bisa membayangkan betapa sedih dan kecewa nya dia” Seungri menjawab dengantidak sabar
“Kau pikir aku yang menginginkan ini ? Aku juga ingin pulang dan merayakannya, setidaknya aku ingin menikmati walau hanya beberapa jam bersamanya. Tapi apa aku harus meninggalkan ini dan comeback kita diundur ? Kalian ingin begitu ?” Jawab Jiyoung dengan marah. Ia benar-benar kesal dan rasanya ingin menghancurkan studio ini. Semalam suntuk ia bahkan tidak tidur demi menyelesaikan ini semua. Ia hanya ingin ini cepat berakhir dan pulang untuk bertemu Hyobyung meskipun ia yakin tidak bisa berlama-lama dengan wanitanya. Ia tahu betapa sedih dan kecewa nya Hyobyung karena ia tidak pulang dan mengingkari janjinya. Bahkan ia sama sekali tidak menghubungi wanita itu. Ia hanya ingin berkonsentrasi pada projectnya ini agar semuanya segera berakhir. Tapi teman-temannya ini malah menambah berat beban pikirannya ini sehingga amarah yang sudah ia tahan sejak tadi meledak begitu saja
“Calm down. Calm down” Seunghyun -TOP mencoba menenangkan sahabatnya ini. Ia tahu betul bagaimana kerja keras sahabatnya ini demi comeback mereka dan demi Hyobyung juga.
“Kau sudah menghubunginya ?” Tanya Seunghyun dengan halus
“Belum” Jawab Jiyoung sambil menenangkan dirimya sendiri
“Tinggalkan ini sementara waktu dulu. Setidaknya hubungi dia. Atau kau mandi dulu dan sarapan, aku yakin sejak kemarin kau belum makan. Mana bisa ide mu muncul sedangkan kau sendiri tidak memiliki energi yang cukup untuk mengeluarkan ide itu. Kalau seperti ini mau sampai kapanpun kau tidak akan selesai” Seunghyun mencoba memberikan jalan keluar bagi sahabatnya ini. Ia tahu betapa kalutnya pikiran sahabatnya ini saat ini
“Hyung, jangan marah-marah seperti itu. Ini hari ulangtahun mu, seharusnya kau tersenyum ceria pada kami semua. Bukan wajah masam menyeramkan seperti itu” Deungri jembali bersuara, ia mencoba mencairkan suasana tegang diantara mereka. Namun yang ada dia malah mendapat bentakan dari semua hyung nya
“Diam kau !” Bentak Seunghyun, Taeyang, dan Daesung bersamaan. Sedangkan yang dibentak hanya mengerucutkan bibirnya sebal dan pergi dari ruangan itu
“Cepat hubungi dia. Kau tidak perlu khawatir. Kami akan melanjutkannya. Masih ada Teddy yang bisa membantu kami” Seunghyun kembali meyakinkan Jiyoung
“Iya atau lebih baik kau pulang saja” Taeyang juga ikut meyakinkan
“Baiklah. Aku percayakan ini pada kalian. Aku tidak akan lama-lama, aku berjanji”
“Santai saja. Hati-hati dijalan tidak usah terburu-buru. Kekasihmu tidak akan bunuh diri hanya karena kau tidak datang kemarin. Aku yakin dia bisa mwngerti keadaanmu” Daesung mengingatkan
“Ne arraseo”
Tanpa membuang waktu lagi, ia segera menuju mobilnya yang terletak dibasement dan segera melesat menuju rumah pribadinya. Dalam perjalanan ia baru menyadari kalau ia belum memberi kekasihnya itu hadiah. Ia teringat kalau wanita itu menyukai bunga krisan. Tanpa membuang waktu, ia segera mengambil jalur kanan dan berbelok disalah satu toko bunga terkenal di Seoul. Memakai perlengkapan yang umumnya ia gunakan ketika berada di lingkungan luar agar para fans tidak mengenalinya. 
“Permisis. Saya butuh bunga krisan” Ucap Jiyoung pada penjaga toko
“Bunga krisan warna apa ? Kebetulan kami memiliki beberapa koleksi bunga krisan. Anda boleh lihat-lihat terlebih dahulu” Jawab penjaga itu dengan ramah sambil berjalan menuju koleksi bunga krisan yang ia miliki
“Sayangnya saya tidak memiliki waktu untuk sekedar memilih dan melihat-lihat. Tolong bungkuskan saja, apapun terserah anda yang penting bunga krisan. Ah dan satu lagi. Tolong cepat” Ucap Jiyoung tidak sabaran. Nadanya terdengar sedikit memohon sambil terus melihat jam tangannya. Sementara penjaga toko itu melihatnya aneh sekaligus curiga seperti
‘Apa dia seorang artis ? Sepertinya benar. Lihat mobilnya saja super mewah ditambah ‘aksesoris’ penutup wajahnya terlihat mencurigakan. Seperti yang artis-artis lakukan pada umumnya jika mereka berada diluar rumah. Apa mungkin dia seorang penjahat buronan ? Tidak mungkin, kan ?’Penjaga toko itu terlalu lama mengamati wajah dan penampilan Jiyoung hingga ia terlupa akan tugasnya. Sementara Jiyoung hanya memendang heran dan sedikit tidak sabar pada penjaga yang terus memeperhatikannya bukannya mengambil dan membungkuskan bunga untuknya
“Chogi ?” Jiyoung melambai-lambaikan tangannya didepan wajah petugas itu hingga sang petugas terperanjat dan meminta maaf dengan canggung pada Jiyoung, lalu melesat mengambil bunga krisan pesanannya
.
.
“Sekali lagi saya mohon maaf atas ketidaknyamanan nya” Ucap penjaga itu tulus
“Tidak apa-apa tapi tolong lain kali jangan diulangi lagi tidak hanya denganku tapi dengan siapa saja” 
“Ne, algeseubnida. Kamsahabnida” Penjaga itu membungkuk untuk kesekian kalinya pada Jiyoung sebelum akhirnya Jiyoung keluar dari tokonya. 
.
.
Sesampainya dirumah jam sudah menunjukkan pukul 12:00 KST, sedangkan ia lupa membeli kado yang bahkan sangat penting. Akhirnya ia memutuskan untuk membersihkan badannya dulu yang terasa lengket dimana-mana. Hanya membutuhkan waktu 10 menit baginya untuk mandi. Benar-benar sulit dipercaya. Setelah mengganti pakaian nya dengan setelan kemeja berwarna hitam dan celana jeans denim. Sederhana namun terlihat berkelas dan pas ditubuhnya. Ia baru teringat, bahkan sejak kemarin ia sama sekali tidak mengecek ponselnya. Meraih ponselnya yang tergeletak di atas ranjang dikamarnya. Ada 10 pesan dan 15 panggilan tidak terjawab serta sebuah pesan suara. Ia membuka satu persatu mulai dari pesan yang semuanya berasal dari satu pengirim yaitu Park Hyobyung yang sebagian besar isinya menanyakan kapan ia pulang. Lalu panggilan tidak terjawab, 10 panggilan dari Hyobyung dan yang terbaru adalah pagi tadi ketika pukul 09:00. Ia benar-benar merasa semakin bersalah pada kekasihnya itu. Lalu sebuah pesan suara. Masih sama, pengirimnya Park Hyobyung. Ia membuka pesan suara itu. Hingga terdengar suara seorang perempuan yang sangat ia rindukan, yang mbuat hati dan pikirannya kalut hanya dengan memikirkannya saja.
‘Ini aku. Kau sangat sibuk ya ? Sampai menghubungimu saja sangat susah. Serasa seperti aku ini sedang di bulan dan kau dibumi. Kenapa tidak datang ? Kau tahu betapa sedihnya aku ? Setelah siang kemarin kau bahkan dengan jelas mengatakan padaku kalau kau bisa datang lalu tiba-tiba kau menghilang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Aku sudah membuatkan banyak makanan dan kue tart untukmu namun sepertinya semuanya akan berakhir ditempat sampah. Ini benar-benar tidak adil.’
Jiyoung menangkap nada sedih dalam suara kekasihnya ini. Namun wanita itu menutupi nya dengan sedikit nada bergurau dalam apa yang ia ucapkan. Selama beberapa saat hanya hening. Tidak terdengar suara kekasihnya itu lagi
‘Apa sudah selesai ? Tapi kenapa pesan suaranya tidak berakhir ? Apa dia lupa mematikannya selama beberapa saat tadi ?’ 
Kemudian ia mendengar suara kekasihnya kembali. Tidak seperti suaranya tadi, kali ini ia benar-benar menangkap nada sedih dari caranya berbicara.
‘Kenapa seperti ini ?’Jiyoung mendengar isakan tertahan dari kekasihnya. Mendengar ini, hatinya terasa nyeri. Lagi-lagi ia menyakiti hati kekasihnya. Membuatnya menangis lagi
‘Hahahaha, aku bercanda. Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk uri Young-ie. Semoga yang kau inginkan dapat terkabul. Selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan. Ah ya dan satu lagi. Happy 3rd aniversarry dear. Terimakasih karena telah menemaniku selama 3 tahun ini. Aku bahagia bisa memiliki mu. I Love You. Jangan lupa telefon aku’ Nada bicaranya terdengar seperti sedang menghibur dirinya sendiri. Ia tersenyum miris. Ia merasa mendapat tamparan keras dipipinya. Sebagai laki-laki, ia merasa sama sekali belum bisa membuat kekasihnya ini bahagia selama 3 tahun mereka bersama. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, ia segera mengambil kunci mobilnya dan berangkat menuju aprtement kekasihnya. Ia berjanji akan menebus semuanya. Berjanji untuk tidak membuat kekasihnya ini menangis lagi. 
                                                                                     —
Jiyoung memarkir mobil mewah nya disebuah cafe milik temannya yang berada di sekitar apartement Hyobyung. Ia hanya menjaga agar tidak ada kecurigaan. Ia tidak berani mengambil resiko jika memarkir mobilnya di basement apartement Hyobyung. Hanya perlu berjalan sekitar 200 meter. Ia harus lebih berhati-hati, tidak boleh sampai ada yang tahu penyamarannya jika ia ingin sampai apartement kekasihnya dengan selamat. Hanya memerlukan waktu 5 menit baginya untuk sampai apartement. Segera menuju lift dan menekan tombol menuju lantai 15 tempat apartement Hyobyung berada. Bunga sudah ada ditangannya dan sebuah kotak kecil berisi kado istimewa sudah ia sembunyikan dibalik jaket kulitnya. Beruntung hanya ia sendirian didalam lift hingga lift sampai dilantai 15. Setelah itu ia kembali melangkah menuju tempat Hyobyung. Tanpa repot mengetuk pintu ataupun memencet bel, ia masuk apartement itu dengan mudah. Ia mengetahui sandi yang digunakan Hyobyung untuk pintu apartement ini sehingga ia bisa leluasa keluar masuk rumahnya. 
.
Jiyoung melangkahkan kakinya memasuki apartement Hyobyung. Sepi. Kemana gadis itu ? Apa ia sedang berada di kantor ? Bodohnya ia tadi tidak menelfon kekasihnya itu dan bertanya apakah ia ada dirumah atau tidak. Ia terduduk lesu di sofa yang berada diruang tengah. Hingga ia tiba-tiba suara Hyobyung -yang ternyata berada dirumah mengejutkannya
“Jiyoung ?” Hyobyung membulatkan matanya tidak percaya. Sejak kapan ia disini ? Tanyanya dalam hati. Ia baru saja mencuci piring yang ia gunakan untuk membuat banyak makanan itu dan membersihkan rumahnya. Lalu ketika ia kembali ke ruang tamu, ia menemukan Jiyoung disini
“Sedang apa ?” Hyobyung kembali bertanya bingung, perasaanya campur aduk. Antara senang, sedih, marah dan kecewa. Semuanya menyatu dalam hatinya, namun rasa marah dan kecewa lebih mendominasi perasaannya. Tatapannya masih terpaku pada Jiyoung, hingga ia melihat sebuah buket bunga yang Jiyoung pegang. Ia mengikuti arah pandang Hyobyung. Setelah sadar apa yang kekasihnya itu lihat, ia segera beranjak dari tempatnya duduk. Mendekati kekasihnya yang masih diam ditempatnya berdiri dan hanya menatap nya yang semakin mendekat kearahnya
“Untukmu” Jiyoung merangkul pinggang Hyobyung, mengecup dahi gadis ini singkat lalu memberikan buket bunga yang sudah ia siapkan sambil tersenyum manis. Sementara Hyobyung tidak menjawab. Ia hanya menatap dingin Jiyoung. 
“Hyo, kumohon” Jiyoung menatap Hyobyung kecewa
“Bagaimana bisa ? Bagaimana kau masih bisa tersenyum disaat aku sudah benar-benar merasa muak denganmu !” Hyobyung menatap mata Jiyoung dengan tajam. Entah apa yang membuat amarah nya tiba-tiba meledak seperti ini padahal tadi ia sudah bisa memahami kesibukan Jiyoung. Hanya saja, melihat senyum ceria tanpa ada rasa bersalah dari wajah kekasihnya ini sementara ia menangis semalaman itu benar-benar membuatnya tidak habis pikir dengan pria ini.
“Hyo dengarkan aku dulu !” Jiyoung mencoba menenangkan Hyobyung. Ia tahu bagaimana perasaan Hyobyung, dan ia memaklumi dan menerima jika harus dimaki-maki oleh kekasihnya karena ini memang salahnya.
“Apa yang harus kudengarkan lagi darimu ? Kesabaranku sudah habis karenamu. Aku benar-benar muak denganmu !” Hyobyung menampik tangan Jiyoung yang ingin menggenggam tangannya
“Hyo, aku benar-benar minta maaf. Sungguh, aku benar-benar sibuk. Maafkan aku karena tidak menghubungi mu. Aku melakukan itu semua agar aku dapat berkonsentrasi dengan baik, agar tugas ku segera terselesaikan”
“Jadi maksudmu aku mengganggumu ? Walau hanya sekedar menelfonku itu akan menganggumu dan merusak konsentrasimu ? Begitu maksudmu ?” Hyobyung membelalak tidak percaya
“Tidak, bukan begitu Hyo. Kumohon dengarkan aku dulu” Jiyoung menatap hyobyung dengan tidak sabar
“Selalu saja seperti ini. Sibuk, sibuk selalu saja sibuk. Kapan aku menjadi prioritas pertama mu ? Aku benar-benar lelah denganmu. Selama ini aku hanya diam dan mencoba untuk memahami mu, namun sepertinya aku sudah berada dibatas kesabaranku. Dulu, kau berjanji akan membuat semua ini menjadi mudah tapi selama 3 tahun kita bersama aku merasa semakin hari semakin sulit berhubungan denganmu. Aku tahu ini memang resiko yang harus ku tanggung tapi sepertinya ini sudah berada diluar batasanku. Kenapa selalu aku yang berkorban ? Kenapa aku yang selalu merasa kecewa ? Aku tahu ini baru permulaan. Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaiman jika nanti kau mempublikasikan hubungan kita ? Kenapa aku terlalu percaya diri seperti ini ? Bahkan sepertinya pemikiran itu sama sekali tidak pernah terlintas dipikiranmu ?” Hyobyung tertawa sinis sementara air matanya sudah membanjiri pipinya.
Sementara Jiyoung hanya mengacak rambutnya kasar. Frustasi. Ini diluar kendali nya. Ia tidak menyangka Hyobyung akan semarah ini padanya. Mencoba meredam emosinya. Ia tidak ingin terpancing oleh amarah Hyobyung yang meledak-ledak. Ia tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini jika ia juga terbawa emosi. Lebih baik ia menenangkan Hyobyung dulu. Untuk sementara ini ia akan diam hingga Hyobyung sedikit tenang dan menyelesaikam masalah ini dengan kepala dingin. Ya itu lebih baik ! Batinnya mantap. Kembali mendekati Hyobyung yang menangis terisak. Gadis itu berada sedikit lebih jauh darinya . Dengan sekali rengkuhan, Hyobyung sudah berada dalam pelukannya. Gadis itu tidak menolak. Hyobyung semakin terisak dalam pelukan Jiyoung.
“Wae ? Wae ? Wae ?” Hyobyung berkata lirih sambil memukul dada Jiyoung pelan berulang kali. Ia sudah tidak memiliki tenaga lagi, bahkan untuk berteriak atau setidaknya menampar pipi pria ini pun rasanya ia sudah tidak kuat lagi. Tubuh, pikiran, dan hatinya benar-benar lelah 
‘Kenapa mencintai pria ini begitu sulit ?’ 
                                                                                        —
Hyobyung terbangun dari tidurnya dan terkejut begitu mendapati dirinya berada dikamarnya. Seorang diri. Tidak ada Jiyoung. Ia bangkit dan duduk ditepian kasurnya. Ia cukup terkejut melihat beberapa makanan di nakas samping ranjangnya. Segelas susu dan 2 buah roti bakar berisi selai coklat kesukaannya. Namun yang menarik perhatiannya adalah sebuah kotak kecil berwarna silver yang indah dengan pita merah membungkusnya. Merasa penasaran dengan apa isi kotak tersebut, Hyobyung segera meraihnya. Terdapat sepucuk surat dibawahnya. Tentu saja ini dari Jiyoung
‘Happy 3rd Aniversarry Hyo. Terimakasih karena telah menemaniku dan memahamiku. Maafkan aku karena aku belum bisa membuat hubungan kita menjadi mudah. Maafkan aku karena selalu membuatmu menangis. Kumohon bertahanlah disisi ku, aku membutuhkanmu. Maaf karena tidak bisa menemanimu, aku harus segera kembali karena yang lain sedang menungguku. Saranghaeyo’
Setelah membaca surat dari Jiyoung , Hyobyung segera membuka kotak kecil itu. Ia terkejut melihat sebuah kalung yang indah. Ia mengambil kalung itu keluar dari kotaknya. Memperhatikan betapa cantiknya kalung itu. Mahal. Sudah pasti. Ia menatap sendu kalung itu. Ia tersenyum miris. Kado yang ia siapkan bahkan sangat jauh dari apa yang Jiyoung berikan padanya. Bahkan mungkin Jiyoung bisa membeli dengan merek yang jauh lebih bagus. Ia merasa benar-benar kecil disamping pria itu. Seperti sebuah kerikil yang bersebelahan dengan mutiara. Ia tidak pantas mendapat ini. Ini terlalu indah. Sudah cukup apa yang selama ini Jiyoung berikan padanya. Namun untuk yang satu ini, ia benar-benar merasa tidak pantas mendapatkannya. Mengubur keinginannya untuk memakai kalung ini dalam-dalam. Ia memasukkan kembali kalung itu pada tempatnya. Memilih untuk membersihkan badannya. Ia menoleh ke jendela tepat sebelum kakinya memasuki kamar mandi. Langit Seoul telah berubah petang. Hari sudah malam. Ia tidak menyangka telah melalui satu hari ini dengan sangat berat yang seharusnya ia lalui dengan suka cita bersama kekasihnya.‘Hhhhh’ ia menghela nafas berat sebelum akhirnya memasuki kamar mandi. 
                                                                                        —
Hyobyung memulai paginya dengan ceria. Mencoba melupakan apa yang terjadi kemarin. Ia memutuskan untuk tidak berkerja dulu. Alasannya masih sama. Ia hanya ingin libur sebentar untuk me-refresh otaknya meskipun malah timbul maaalah baru antara dia dan Jiyoung. Mengingat Jiyoung, lekaki itu hanya mengirim sebuah sms semalam sebelum ia tidur. Sementara pagi ini pria itu belum mengabarinya sama sekali. Ia menyalakan tv nya setelah membersihkan rumah seharian. Memindah chanek berulang kali karena acara yabg ditayangkan sangat membosankan hingga ia terpaku pada sebuah tayangan. Nafasnya tercekat ditenggorokan. 
“G-Dragon Kencan. Agency Tidak Melarang” 
Belum habis rasa keterkejutan Hyobyung, tiba-tiba muncul beberapa foto yang diambil secara diam-diam. Hyobyung mulai was-was. Takut jika ada dirinya atau lingkungan tempat ia tinggal terjepret kamera. Namun, Ia sama sekali tidak melihat ada fotonya ataupun foto Jiyoung yang memasuki bangunan apartement nya dalam foto-foto yang ditampilkan oleh stasiun televisi tersebut. Yang ada malah beberapa foto Jiyoung bersama seorang wanita yang hanya terlihat punggungnya saja. Wanita yang bahkan terlihat cantik dan elegan walau hanya terlihat bagian belakangnya saja. Benar-benar serasi bersama Jiyoung. Sang pembawa acara itu menambahkan kalau foto itu diambil tadi malam. Dan disebuah rumah makan yang tidak terlalu jauh dari gedung agency YG ENTERTAIMENT. Itu berarti setelah Jiyoung pulang dari rumahnya, pria itu langsung menemui wanita itu. Terlihat dari bajunya yang masih sama dengan yang ia kenakan saat bertemu dengannya. Tiba-tiba amarah Hyobyung kembali tersulut. Ia tidak percaya selama ini ia dikhianati oleh kekasihnya. Kini ia menemukan alasan untuk mengakhiri hubungannya dengan pria itu. Hari ini, ia kembali meneteskan air matanya .
                                                                                    —
Jiyoung buru-buru menuju rumah Hyobyung ketika ia melihat skandal baru tentang dirinya yang muncul ditelevisi dan sedang menjadi perbincangan hangat para netizen. Bofohnya, ia baru tahu beberapa jam setelah berita yang sana sekali tidak benar ini muncul. Feeling nya mengatakan kalau Hyobyung sudah mengetahui berita ini dan ia yakin wanita itu pasti salah paham. Sedikit berlari ketika ia sudah sampai dilantai 15. Membuka pintu apartement Hyobyung dengan tidak sabar dan segera masuk kedalamnya. Sepi. Tidak ada seorangpun disini. Apa kekasihnya ini sudah berada dikantor ? Jika memang benar, itu lebih baik, karena ia masih bisa mencegah kesalah pahaman diantara mereka. Setidaknya ia bisa memberitahu Hyobyung agar tidak percaya dengan berita itu. Namun ia menangkap keganjilan diruangan ini. Hingga matanya menangkap secarik kertas dengan 2 buah kotak berbeda warna dan ukuran berada di atas meja. Mengambil nya hati-hati. Feelingnya mengatakan kalau ini bukanlah hal yang bagus. Perlahan ia mulai membaca baris demi baris surat itu yabg semakin lama membuat nafasnya semakin tercekat
‘ Maafkan aku karena tidak memberitahumu kalau aku pergi. Kini, aku menemukan alasan untuk mengakhiri semuanya. Aku mencintaimu, namun sepertinya aku masih belum cukup mampu untuk selalu berada disisimu. Kau tidak perlu mencari dan mengkhawatirkanku karena aku akan hidup denga baik. Kau tidak perlu menyesal dan sedih. Karena jika memang kita ditakdirkan untuk bersama, takdir akan membawa kita untuk kembali menyatu. Aku mencintaimu, tapi sepertinya aku masih bekum mampu untuk bertahan kebih lama disisimu. Terima kasih karena telah mengisi hari-hariku nenjadi lebih berwarna. Kau tidak perlu kgawatir dan mencariku. Karena aku akan hidup dengan baik. Aku pergi dulu, jaga dirimu Young-ie’
Jiyoung tidak menyangka ia akan berpisah dengan gadis ini. Meremas surat itu hingga mtidak berbentuk danemgacak rambutnya frustasi. Tanpa sadar air mata telah jatuh membasahi pipinya. Sementara Hyobyung, kini sudah berada disebuah halte bus. Ia ingin menuju suatu tempat dimana ia akan memulai hidupnya kembali. Menata hatinya kembali.  Ia berjanji suatu saat akan kembali ke Seoul. Tempat yang menyimpan sejuta kenangannya bersama seorang bintang besar bernama G-Dragon.

Geunyeoga tteonagayo
Naneun amugeosdo hal su eopseoyo
Sarangi tteonagayo
Naneun babocheoreom meonghani seoissneyo
Meoreojineun geu dwismoseupmaneul baraboda
Jageun jeomi doeeo sarajinda
Sigani jinamyeon tto mudyeojilkka
Yet saenggagi na
Ni saenggagi na
IF YOU
IF YOU
Ajik neomu neujji anhassdamyeon
Uri dasi doragal suneun eopseulkka
IF YOU
IF YOU
Neodo nawa gati himdeuldamyeon
Uri jogeum swipge gal suneun eopseulkka
Isseul ttae jalhal geol geuraesseo

End ~
Happy Birthday Jiyounggg 😍 . . Huh akhirnya selesai juga. Kalau IF YOU nggak ada MV nya kali ini FF IF YOU nggak ada covernya :v *Author nggak sempet bikin -,- .Rencaannya pingin aku biat squel nya cuman mau aku post diblog pribadi sementara blog pribadi baru aja ditutup *nah lo . Jadi tunggu blognya jadi aku baru mau bikin kelanjutan ceritanya. Yang mau lebih kenal sama author bisa follow IG : @ckyhy_elf dan line : ditaelf. Kamsahabnida *bow

About Love (Chapter 3)

Lee+Hi+turnitup_副本

Author : Loei Veve

Genre : Romance, Friendship

Rating : 15+

Length : Chapter

a/n : Cerita ini murni karangan author sendiri, sebelumnya author minta maaf kalau ceritany kurang menarik dan masih banyak typo nya. Maklum masih author baru :) dan jangan lupa RCL ya …. Thank You 😀

Cast :

553332_417886924974191_1195647024_n_e589afe69cac

***

-Hayi POV-

“Saranghae Hayi-aa”

Mwo ?? Apa aku tidak salah dengar tadi ?? Kau gila Seungri-aa , kau melakukannya lagi.

“Ne ??” sahutku dengan mata melotot.

Bukan jawaban yang aku dapat, tiba tiba saja terdengar suara kembang api meluncur dan sontak membuatku mendongakkan kepalaku untuk melihat kembang api itu. Aku benar benar terkejut melihat kembang api itu membentuk tulisan namaku. Ohh …. Tuhan apa lagi ini. Aku benar benar tidak menyangka dengan apa yang terjadi. Belum selesai aku bergulat dengan perasaanku sendiri, kembali aku terkejut dengan Seungri ya tiba tiba mengecup bibirku lembut. Membuat aku terbawa kedalam lubang cintanya yang sudah bertahun tahun ini berusaha kututup. Tanpa kusadari aku membalas ciumannya dan untuk beberapa saat aku merasakan betapa dalamnya cintanya padaku.

“I Love You so much Hayi-aa” ucapnya di tengah tengah ciuman kami.

Sampai akhirnya aku sadar sengan apa yang aku lakukan dan aku juga teringat dengan Chaerin eonni, aku langsung mendorong tubuhnya untuk menjauh dariku.

“Mianhe Seungri-aa aku tidak bisa bersamamu.” Ucapku sambil mengusap bibirku dengan tangan dan menyembunyikan wajahku dengan rambut panjangku.

-Seungri POV-

“Mianhe Seungri-aa aku tidak bisa bersamamu.”

Kata katanya barusan, benar benar bagaikan pisau tajam yang ia tancapkan kedalam hatiku, rasanya benar benar sakit mendengar jawaban itu.

“Wa…. Wae ??”  ucapku lirih. Kulihat dia masih tetap diam dan menyembunyikan wajahnya dariku. Akhirnya kutarik dagu Hayi agar dia bisa menatapku. “Apa kau benar benar membenciku Hayi ??”

Hayi masih tetap terdiam, tapi sebulir air matanya mulai jatuh dan mengalir di wajah cantiknya.

“Hei …. Kenapa kau menangis ??” kataku lembut padanya, aku seolah mencurahkan seluruh rasa sayangku kedalam setiap kata yang kuucapkan.

“Sadarlah Seungri-aa , berhenti bersikap seperti ini. Sadarlah kalau cintamu tidak pernah berubah pada Chaerin eonni sejak 4 tahun lalu, aku hanyalah cinta sesaatmu saja, aku hanya pelarianmu saja karena sekarang Chaerin eonni sudah memiliki Jiyong Oppa dan kau tidak bisa kembali padanya. Aku lelah Seungri-aa hanya menjadi pelarianmu saja”

Aku tercengang mendengar perkataanya, aku tidak menyangka dia bisa berpikir seperti itu. Aku tidak bisa berkata apa apa, kini air mata Hayi turun semakin deras. Melihatnya menangis seperti ini membuat hatiku benar benar sakit. Bodoh. Aku membuatnya menangis lagi, apa yang sebenarnya kulakukan.

“Hayi ini semua tidak yang seperti kau….”

“Yeeyyy …. Selamat Seungri-aa, kau berhasil” Seru Dara eonni yang tiba tiba muncul dan langsung di ikuti oleh Chaerin yang dengan semangat memotertku dengan Hayi.”

****

-Author POV-

“Uhh…. Ada apa dengan kalian, kenapa kau menangis Hayi-aa ??” Tanya Chaerin yang menyadari ekspresi wajah Seungri dan Hayi yang tidak sebahagia mereka.

“Kita belum jadian Chaerin” sahut Seungri.

“Mwoo ??” Seru mereka bersamaan, karena terkejut.

Hayi benar benar sudah tidak tahan dengan semua ini, dia lelah mengingat Seungri dan Chaerin yang terus terusan bersikap seperti ini. Tapi dia hanya bisa terus terusan menangis, untuk menengangkan dirinya.

“Ta…. Tapi kalian tadi ??” Tanya Daesung bingung.

Akhirnya Hayi memberanikan diri mengatakan semuanya, dia berpikir itulah satu satunya jalan yang terbaik untuk saat ini.

“Ne , kita tidak jadian. Karena aku tahu Seungri tidak benar benar mencintaiku, wanita yang ia cintai itu Chaerin eonni bukan aku.”

“Ne ??” seru Chaerin terkejut, kemudian bertatapan heran dengan Jiyong.

“Apa maksudmu Hayi ? Aku rasa kau salah paham disini.”  Kata Jiyong pada Hayi.

“Anni, aku berbicara seperti ini, karena ada buktinya. Seungri memang masih mencintai Chaerin eonni, sampai sampai semua isi dari memory kameranya itu hanya foto Chaerin eonni, aku melihatnya saat kita sedang pergi ke Pulau Nami bulan lalu, dan aku juga pernah melihatnya sedang mencetak foto foto Chaerin eonni bersama Jiyong oppa, bahkan aku juga pernah melihatnya menyimpan gelang milik Chaerin eonni dikamarnya. Tidak hanya itu, dia juga masih menyimpan boneka rillakkuma miliknya di kamar dan tadi siang aku juga melihat dia begitu bahagia dan senang ketika dia menatap wajah Chaerin eonni waktu di taman tadi.” Hayi berhasil meluncurkan semua yang mengganjal dalam hatinya, dan hal itu membuatnya merasa lebih tenang sekarang.

Sementara anggota 2NE1 dan Big Bang yang lainnya hanya bisa menatap Hayi bingung, tidak terkecuali Seungri. Dia juga tidak menyangka Hayi akan mengatakan semua itu.

“Hahahahaha…. Hayi-aa , aku rasa kau benar benar salah paham sekarang.” Seru Jiyong sembari tertawa kecil.

“Iya Hayi, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan.” Ucap Chaerin sambil mendekat kearah Hayi kemudian memeluknya.

“Ne ??” seru Hayi bingung.

“Hahahaha …. Apa kau cemburu padaku Hayi-aa ??” Tanya Chaerin dengan tatapan sedikit menggoda pada Hayi, kemudian melepaskan pelukannya.

Hayi semakin bingung dengan perkataan Chaerin.

“Hayi …. Kau tahu semua yang kau katakana itu tidak seperti itu pada kenyataanya. Sini aku jelaskan semuanya.” Lanjut Chaerin sambil memeluk bahu Hayi.

“Ne ??” Kini Hayi benar benar tidak mengerti dengan semuanya.

“Hmm …. Kau tau memory kamera yang kau maksud itu adalah kamera Jiyong oppa yang memang waktu itu di pinjam oleh Seungri untuk memotretmu waktu dipulau Nami, jadi wajar saja kalau semua isi memory nya itu fotoku.” Jelas Chaerin.

“Dan kalau soal Seungri mencetak fotoku dengan Chaerin, itu karena aku yang menyuruhnya mencetak waktu itu.” Lanjut Jiyong sambil berjalan menuju Hayi dan Chaerin.

“Kalau soal gelang, sebenarnya itu bukan gelang Chaerin tapi itu gelangku. Kebetulan aku dan Chaerin memang membeli gelang yang sama dan saat itu aku memang pergi ke apartement Seungri untuk mencari Young Bae.” Ucap Dara sambil menunjukkan sebuah gelang yang sama dengan yang digunakan Chaerin tengah melingkar di pergelangan tangannya.

“Oh ya…. Soal boneka Rillakkuma, aku rasa didunia ini orang yang menyukai boneka itu bukan hanya Chaerin. Jadi wajar saja kalau Seungri juga memilikinya.” Sahut Daesung ditengah tengah pemibcaraan.

Kini Hayi benar benar malu dengan dirinya, dia tidak tau kalau semua itu hanyalah kesalah pahaman. Dia tidak tahu harus berkata apa. “Mianhe” hanya itulah yang bias ia ucapkan saat ini.

“Dan satu lagi Hayi-aa, tadi waktu ditaman itu aku dan Seungri hanya berbicara tentang persiapannya untuk malam ini, itu saja kok…. Jadi kau jangan cemburu. Arrasseo.” Lanjut Chaerin sambil memeluk Hayi lagi. Sementara Seungri hanya bias senyum senyum sendiri melihat Hayi yang cemburu padanya.

“Jadi, Bagaiman nona apa kau akan menerima maknaeku ini ??” goda Jiyong pada Hayi sambil tersenyum penuh makna pada Seungri.

“Ahh…. Oppa ….” Jerit Hayi kesal.

“Waee ?? Kau hanya perlu menjawaba Ya atau Tidak, itu saja.” Sahut Jiyong sambil memeluk bahu Chaerin.

Dengan ragu Hayi menjawabnya lalu menundukkan kepalanya malu.

“N….n….n….ne” ucapnya sangat pelan hamper menyerupai sebuah gumaman.

“Yeeeyyyy…….. Kau berhasil Seungri.” Seru Bom semangat kemudian mendorong Hayi pada Seungri.

Sementara yang lainnya bersorak gembira mendengar hal itu.

Seungri dan Hayi hanya bisa senyum senyum malu dan canggung, kemudian Seungri mulai melingkarkan tangannya pada pinggang Hayi hanya untuk sekedar memeluknya. Hayi dengan malu malu membalas pelukan Seungri dan berkata “Sebenarnya aku juga mencintaimu, Oppa.”

Seketika jantung Seungri berdegup kencang karena mendengar Hayi kembali memanggilnya ‘oppa’. Dia benar benar merindukan hal itu, dia mempererat pelukannya pada Hayi dan menikmati waktunya bersama Hayi tanpa memperdulikan member 21Bangs lainnya yang sedang bersorak bahagia.

****

-6 bulan kemudian-

Sekarang beberapa anggota 21Bangs sudah hampir lulus kecuali Hayi dan Minzy, menurut Kepala yayasan mereka yaitu Yang Hyun Suk Hayi dan Minzy harus menunggu 6 bulan lagi untuk lulus, jadi mereka semua sekarang sedang sibuk mengerjakan tugas tugas mereka masing masing. Apa lagi beberapa waktu lalu mereka sudah menandatangani kontrak untuk menjadi trainee di perusahaan Entertainment milik unversitas mereka yaitu YG Entertainment. Meski belum lulus mereka semua sudah diminta masuk ke perusahaan ini karena prestasi mereka yang sangat baik. Dan hal ini membuat jadwal latihan mereka semakin padat karena mereka harus lebih sering berlatih.

Tapi terlepas darisemua kesibukan itu, mereka semua benar benar bahagia karena sekarang 21Bangs sudah lengkap dengan semua membernya yang sudah menjadi sepasang kekasih.

****

-Apartement 2NE1-

Ting …. Tong ….

“Ahh …. Minzy biar aku saja itu pasti Young Bae.” Seru Dara ketika Minzy akan membukakan pintu.

“Ohh …. Eonni apa kau akan pergi ??” Tanya Minzy bingung karena melihat Dara yang sedang terburu buru.

“Ne, Aku pergi dulu ya.” Sahut Dara sambil berlari menuju pintu.

“Uhh …. Bahagianya Dara eonni.” Keluh Hayi yang sedang mengintip dari dalam kamar.

“Waee ?? Apa kau tidak bertemu dengan Seungri ??” Tanya Chaerin.

“Anni , Dia sedang sibuk latihan dance sama Daesung oppa.” Sahut Hayi sambil menunduk lesu.

“Kebetulan aku mau keruang latihan dance. Apa kau mau ikut ??”

Hayi terdian sejenak untuk berpikir, dia takut di bilang mengejar ngejar Seungri kalau dia datang kesana hanya untuk alasan menemani Chaerin latihan.

“Tidak usah eonni , lagi pula aku juga tidak terlalu bisa dance.” Jawab Hayi mantap.

“Apa kau yakin ?? Kau bisa ikut tanpa harus ikut latihan.” Ucap Chaerin berusaha membujuk Hayi untuk menemaninya.

“Emm …. Baiklah.” Sahut Hayi menyerah.

****

-Ruang Latihan-

“Annyosseyo” ucap Hayi dan Chaerin bersamaan ketika sampai di ruang latihan.

“Ohh …. Kau juga datang” Seru Daesung terkejut saat melihat Hayi datang bersama Chaerin.

Seungri yang melihat kekasihnya langsung berlari menuju Hayi dan memeluknya “Aku senang kau datang.”

Sementara Hayi hanya tersenyum bahagia dan membalas pelukan Seungri.

“Seungri-aa ayo latihan.” Seru Daesung pada Seungri.

“Oke Hyung, Hayi kau tunggu disini” kata Seungri sambil menyuruh Hayi duduk di bangku di salah satu sudut ruangan.

Hayi hanya duduk dan memperhatikan Seungri yang sedang berlatih dengan Chaerin dan Daesung, sesekali dia tertawa karena melihat Seungri dan Chaerin yang berdebat dan kejar kejaran sementara Daesung hanya bisa pasrah melihat kedua temannya ini bertengkar terus terusan.

Tanpa dia sadari hatinya juga terasa panas dan sakit saat dia melihat kedekatan Seungri dengan Chaerin, ada sedikit rasa takut kehilangan Seungri di dalam hatinya dia takut Seungri masih mencintai Chaerin. Tapi, dia berusaha menghilangkan perasaan itu dia percaya pada Seungri.

Tiba tiba di tengah tengan latihan Bom datang dan mengajak Hayi pergi untuk menemaninya berbelanja, “Hai semua, aku pinjem Hayi dulu yah ….” Seru Bom sambil menarik Hayi untuk mengikutinya, tanpa meminta persetujuan dari Hayi ataupun Seungri. Sementara Hayi hanya bisa diam karena tidak sempat memberikan penjelasan pada Seungri dan yang lain.

“Yakk …. Noona mau kau bawa kemana Hayi !!” Seru Seungri saat melihat kekasihnya ditarik tarik Bom. Sementara Bom hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh pertanda kalau dia akan membawa Hayi.

“Aisshh …. Dia pergi begitu saja.” Gerutu Seungri kesal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ya sudah kita latihan lagi.” Ucap Daesung sambil menyalakan lagi lagunya dan mereka mulai berlatih.

****

“Chaerin apa kau di jemput Jiyong ?” Tanya Daesung ketika mereka selesai latihan.

“Ne, kebetulan dia juga sedang latihan rap dengan Seunghyun oppa, jadi aku akan pulang bersamanya.” Sahut Chaerin.

“Baiklah, Kalau kau ?” Ucap Daesung sambil melirik pada Seungri.

“Aku akan berlatih lagi sebentar.” Jawab Seungri sambil tersenyum.

“Kalau begitu aku pergi dulu, aku harus menjemput Minzy. Jangan berlatih terlalu keras.” Lanjut Daesung sambil menepuk bahu Seungri kemudian melambai dan pergi meninggalkan mereka.

“Aku juga pergi duluan ya ….” Ucap Chaerin sambil mengambil tasnya yang tergeletak di lantai.

“Okay …. Hati hati ya jelekk ….” Balas Seungri sambil menggoda Chaerin.

“Yakk ….” Seru Chaerin kesal sambil berjalan meninggalkan Seungri. Sementara Seungri hanya senyum senyum melihat tingkah Chaerin, dia memang sangat suka melihat Chaerin yang sedang kesal.

****

-Ruang Latihan Jiyong & Seunghyun-

“Ji Na ??” seru Seunghyun terkejut ketika melihat seorang wanita bertubuh mungil dan cantik yang sedang berdiri di ambang pintu sambil tersenyum pada mereka.

“K…. K…. Kau ??” Ucap Jiyong yang tidak kalah terkejutnya dengan Seunghyun.

“Hai , oppa ….” Balas Ji Na

“Apa yang kau lakukan disini ??” Tanya Jiyong dengan nada sedikit ketus.

“Tentu, untuk menemuimu oppa.” Sahut Ji Na. Kim Ji Na adalah mantan kekasih Jiyong yang 2 tahun lalu meninggalkan Jiyong begitu saja dan berpacaran dengan laki laki lain.

“Kita sudah tidak punya urusan lagi, pergilah.” Ucap Jiyong. Sementara Ji Na tanpa mengatakan apapun langsung menyambar tubuh Jiyong dan memeluk Jiyong mesra, Jiyong yang terkejutpun sempat tidak bisa berbuat apa apa . Sementara Jiyong masih berusaha mengendalikan dirinya yang masih terkejut tiba tiba saja Ji Na mencium pipi Jiyong dengan sangat mesra dan lama.

Sementara Jiyong masih bergulat dengan pikirannya dan berusaha melepaskan Ji Na dari tubuhnya ternyata ada Chaerin yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka. Chaerin menjatuhkan tasnya kemudian berlari meninggalkan mereka.

“Chaerin !! Jiyong ada Chaerin !!” Seru Seunghyun pada Jiyong sambil berusaha membantu Jiyong mendorong Ji Na.

“Wae ?? Apa dia kekasihmu yang baru ??” ucap Ji Na sambil berusaha mempertahankan Jiyong.

“Jangan kejar dia, kembalilah bersamaku.” Lanjutnya.

“Yakk !! Kau Gila !!” Seru Seunghyun sambil mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mendorong Ji Na dan berhasil, Ji Na terjatuh karena dorongan Seung Hyun yang cukup kuat.

“Jiyong , cepat kejar Chaerin biar aku yang urus wanita ini.” Serunnya.

Jiyong tanpa berlama lama langsung mengambil tas Chaerin dan berlari, berharap Chaerin belum pergi jauh. Tapi dia terlambat Chaerin sudah masuk kedalam sebuah mobil dan langsung pergi begitu saja.

****

-Chaerin POV-

Apa ?? Aku benar benar tidak menyangka Jiyong oppa bisa seperti itu.

Aku tidak peduli dengan tasku yang terjatuh, kemudian berlari begitu saja tanpa tau harus kemana. Bahkan kunci mobilku ada di dalam tasku yang tertinggal di ruang latihan tadi.

Aku terus berlari sampai akhirnya tiba tiba aku merasa ada sebuah mobil yang menabrak tubuhku. Untung tabrakan itu tidak terlalu keras jadi aku hanya jatuh saja. Tapi rasa sakit hatiku membuat aku tidak mampu untuk berdiri, aku hanya terisak disana tanpa mempedulikan mobil itu.

“Chaerin ??” terdengar suara pengemudi mobil tadi yang memanggilku, dan mendekatiku. Aku mendongak dan melihat orang itu. Sudah aku duga orang itu adalah Seungri.

Aku memandangnya tanpa ekspresi sambil terisak. “Chaerin , Kau kenapa ??” Tanyanya lembut, kemudian kurasakan tangan besarnya membantuku untuk berdiri dan membawaku masuk kedalam mobilnya. Aku tidak menolak, aku benar benar tidak bisa berbuat apa apa saat ini selain menangis.

“Chaerin kau mau kembali ke Apartement ?” Aku menggeleng pertanda aku tidak ingin pulang.

“Baiklah aku akan mengajakmu kesuatu tempat untuk menenangkan dirimu.” Aku mengangguk mendengar perkataannya kemudian kembali menatap jalanan kota Seoul.

Aku kembali memikirkan perlakuan Jiyong Oppa tadi, kenapa dia tega melakukan hal itu padaku. Jiyong Oppa, Wae ?? Kenapa kau seperti ini ?? Padahal kau berjanji padaku untuk selalu menghapus setiap luka yang pernah Seungri torehkan padaku. Tapi kenapa sekarang kau malah semakin menambah dalam luka itu.

****

-Jiyong POV-

Ahh …. Aku terlambat. Bodohnya aku kenapa aku tidak melawan saat di peluk perempuan itu.

Aku tidak tahu harus mencari Chaerin kemana, bahkan tas dan mobilnya ada disini. Dan lagi tadi dia masuk ke mobil siapa , ini semua membuatku frustasi.

Aku memutuskan untuk kembali dan menemui Seung Hyun hyung dan syukurlah wanita itu sudah pergi.

“Bagaimana ??” Tanya Seung Hyun hyung ketika aku sampai di ruangan.

Aku menggeleng kemudian terduduk lemas sambil meletakkan tas Chaerin “Dia sudah pergi.”

Aku menghela nafas berat menyesali semua ini. Aku tidak bermaksud menyakitinya, aku mencintainya.

“Ya sudah sekarang kita ke Apartement 2NE1 siapa tahu dia ada disana.” Saran Seung Hyun hyung.

“Ne, Hyung tolong bawa mobilku. Aku akan membawa mobil Chaerin pulang.” Kataku yang dibalas anggukan oleh Seung Hyun hyung.

Lalu aku membuka tas Chaerin dan mengambil kunci mobilnya. Ketika itu melihat secarik foto terselip diantara barang barang lainnya. Kuambil foto itu, dan ketika aku melihatnya rasa bersalah kembali menjalar kedalam hatiku. Itu adalah fotoku ketika sedang bersama Chaerin. Aku takut saat saat bahagia itu akan hilang, karena hal ini. Aku sangat takut kehilangan Chaerin, aku mencintainya lebih dari apapun di dunia ini.

Begitu sampai di Apartement, aku langsung melangkahkan kakiku menuju Apartement 2NE1, tapi Seung Hyun hyung menahanku “Jangan , Percuma saja kau kesana. Mereka semua sedang tidak dirumah. Kita ke cafétaria saja, aku sudah meminta Bom dan yang lain kesana.”

Aku hanya mengangguk dan mengikutinya , berharapa ada Chaerin disana aku sangat khawatir padanya.

****

-Cafétaria-

-Author POV-

“MWOO ??” Seru Bom dan Dara bersamaan, ketika mendengar cerita dari Seung Hyun.

“Ne, itulah yang terjadi. Apa dia menghubungi kalian ?” Tanya Jiyong lirih.

“Anni , dia tidak menghubungiku.” Sahut Minzy yang diikuti anggukan dari yang lainnya.

“Ehm …. Sebenarnya tadi ….” Guman Hayi ragu.

“Tadi kenapa ?? Apa dia menghubungimu ??” Tanya Jiyong antusias.

“Apa kau tahu sesuatu Hayi ??” lanjut Dara.

Dengan ragu Hayi menjawab “Ehm …. Chaerin eonni sedang bersama dengan Seungri oppa.”

“Baiklah aku akan kesana sekarang.” Ucap Jiyong panic.

“Jangan Jiyong-aa, Chaerin sekarang masih emosi kalau kau temui dia sekarang itu hanya akan menambah rumit masalah ini. Biar aku Dara, Bom dan Hayi yang menjemputnya, kau lebih baik juga menenangkan dirimu dengan Daesung dan Seung Hyun hyung di Apartement.” Jelas Young Bae.

“Young Bae benar Jiyong-aa, kau tenangkan dulu dirimu.” Ucap Bom sambil beranjak untuk segera menjemput Chaerin.

****

-Chaerin & Seungri-

Ternyata Seungri membawa Chaerin ke pinggiran sungai Han berharap Chaerin bias lebih tenang.

“Chae, kau bisa tenangkan dirimu disini. Kau bias lakukan kau yang kau mau tidak akan ada yang memperhatikanmu disini, aku akan tunggu kau dimobil agar kau bisa leluasa.” Terang Seungri pada Chaerin kemudian Chaerin mengangguk dan turun dari mobil dengan masih terisak.

Seungri terus mengawasi Chaerin dari mobil, dia taku terjadi sesuatu pada Chaerin. Dia merasa kasihan ketika melihat Chaerin yang selalu terlihat kuat sekarang terlihat benar benar rapuh. Walaupun hubungannya dengan Chaerin sudah berakhir tapi dia masih menyayangi Chaerin sebagai adiknya, karena Chaerin memang mengingatkan dia pada adiknya yang sekarang entah ada dimana. Seungri berpisah dengan adiknya ketika orang tuanya bercerai 16 tahun yang lalu.

Dia terus memperhatikan Chaerin yang sudah hamper 1 jam menangis di pinggir sungai Han. Dilihatnya hari sudah mulai gelap, dia mengambil sebuah jaket tebal di bangku belakang mobilnya kemudian turun menghampiri Chaerin. Ketika dia sampai di tempat Chaerin berada dia menyelimuti Chaerin dengan jaket yang dia bawa kemudian berkata “Rin , ayo kita pulang kau bisa sakit kalau terus disini.”

Chaerin menggeleng, “Kenapa aku selalu berakhir seperti ini ??” ucap Chaerin lirih.

Seungri merasa iba melihat kondisi Chaerin saat ini, dia menarik Chaerin kedalam pelukannya untuk sedikit menenangkannya.

“Apa aku tidak pantas dicintai ?? Apa aku begitu tidak berharga ??” Tanya Chaerin lagi dan air matanya kembali mengalir deras , Chaerin membenamkan wajahnya di dada bidang Seungri kemudian kembali menangis.

“Anni Chae, kau sangat berharga kau adalah sahabat yang sangat baik. Dan kau pantas untuk dicintai Chae, karena kau sudah banyak memberi cinta buat orang lain. Kau ingat kau sudah memberikan cinta untukku dan Hayi kau juga memberikan arti sebuah cinta untuk Bom noona dan Seung Hyun hyung ketika mereka bertengkar.” Ucap Seungri berusaha menenangkan dan memberikan semangat untuk Chaerin.

Dirasakan dadanya terasa hangat karena air mata Chaerin yang sepertinya semakin deras. Dia memeluk Chaerin semakin erat dan mengusap punggung Chaerin lembut agar dia bias lebih tenang.

****

-Apartement 2NE1-

Chaerin baru saja sampai dirumah setelah di jemput oleh teman temannya.

“Chae , ini tasmu” kata Dara sambil memberikan tas itu pada Chaerin. Chaerin menatapnya heran.

“Ohh …. Itu tadi Jiyong yang memberikannya padaku.” Lanjut Dara seolah mengerti arti dari tatapan Chaerin itu. Kemudian Chaerin mengangguk kecil kemudian berjalan masuk ke kamarnya.

Dara , Bom, Hayi, dan Minzy menatap Chaerin yang masuk ke kamarnya dengan tatapan sedih dan prihatin.

Dikamarnya Chaerin melihat hand phonenya yang beberapa waktu lalu terus bergetar. Terlihat di layar Hand Phone nya tertulis ‘38 Pesan Baru.’

Dia yakin itu semua pasti dari Jiyong, dengan malas dia membuka satu persatu pesan itu.

 

From : Sweet Jiyong 😀

Chae , jangan marah ini semua salah paham …. I Love You ❤

 

From : Sweet Jiyong 😀

Babe , Jeongmal Mianhe aku memang bodoh. Mianhe.

 

Chaerin tersenyum lirih membaca pesan Jiyong.

 

From : Sweet Jiyong 😀

Aku tidak melakukan apapun dengannya, dia yang tiba tiba memeluk dan menciumku. Bukan aku, bahkan aku tidak membalasnya. Aku mohon maafkan aku. <3<3

 

Air mata Chaerin kembali menetes, mengingat hubungannya dengan Jiyong.

 

From : Sweet Jiyong 😀

Mianhe Mianhe Mianhe Mianhe Jeongmal Mianhe Chae, Saranghae <3<3

 

From : Sweet Jiyong 😀

Please balas aku sayang , Aku khawatir padamu. Aku mohon percaya padaku, Cuma kamu yang ada di hatiku Chaerin. I Love You.

 

From : Sweet Jiyong 😀

Chae, jangan membuatku khawatir jawab aku. Angkat telfonku, babe 🙂

 

Setelah membaca semua pesan Jiyong dia terdiam sejenak untuk menenangkan dirinya, kemudian memutuskan untuk membalas pesan Jiyong.

To : Sweet Jiyong 😀

Aku lelah oppa dan semuanya sudah berakhir.

Dia menekan tombol send kemudian melempar hand phone nya ke kasur seiring dengan Chaerin yang membantingkan tubuhnya ke kasurnya.

****

-Jiyong POV-

Kenapa dia tidak membalas pesanku sama sekali, aku sangat khawatir padanya.

Aku takut terjadi sesuatu padanya, dan itu semua karena salahku. Aku terus menatap layar hand phone ku yang terlihat fotoku bersama dengan Chaerin.

Tiba tiba saja Hand Phone ku bergetar tanda ada pesan masuk, dengan cepat kubuka pesan itu.

From : My Girl Chaerin ^^

Aku lelah oppa dan semuanya sudah berakhir.

To Be Countinued

About Love (Chapter 2)

Image

Author : Loei Veve

Genre : Romance, Friendship

Rating : 15+           

Length : Chapter

a/n : Cerita ini murni karangan author sendiri, sebelumnya author minta maaf kalau ceritany kurang menarik dan masih banyak typo nya. Maklum masih author baru 🙂

Cast :

Image

***

-Hayi POV-

‘Mianhe eonni aku sudah berbicara kasar pada kalian’ batin Hayi sedih.

Aku terpaksa kasar pada para eonni ku itu karena aku tidak mau mereka tahu kalau aku masih cinta dengan Seungri. Ya, aku memang masih sangat mencintai Seungri sama seperti 4 tahun lalu, tapi aku tidak mungkin kembali padanya. Aku adalah perusak hubungan Seungri oppa dan Chaerin eonni. Dan aku juga tau kalau sebenarnya Seungri masih sayang sama Chaerin eonni, aku hanyalah cinta sesaatnya saja. Lagi pula aku juga tahu diri dan tidak mau dianggap perebut pacar sahabatku sendiri.

Ahh.. Hari ini aku benar benar lelah , lebih baik sekarang tidur. Aku berbalik menghadap ke tembok kemudian merapatkan selimutku dan memejamkan mataku. Tak ku hiraukan para eonni ku di luar sana yang sepertinya sedang bingung dengan sikapku.

****

-Ruang Tengah-

-Author POV-

“Erin-aa gwaenchana ?” Tanya Dara cemas melihat Chaerin yang terdiam dari tadi.

“Apa kau masih kepikiran sikap Hayi tadi ?” lanjut Bom sambil menepuk bahu Chaerin.

Chaerin tetap diam, tapi tiba tiba bulir bulir air matanya jatuh dan Chaerin mulai terisak.

“Eonni , Gwaenchana ?” kata Minzy khawatir.

“Chae , kau ceritakan pada kami apa yang membuat hatimu tidak nyaman” kata Dara sambil berjalan duduk di sebelah Chaerin kemudian memeluk bahunya.

“Eonni , bukankah aku sangat jahat pada Hayi dan Seungri” sahut Chaerin sambil menatap Dara lirih dan terisak.

“Apa yang kau katakan Rin?” lanjut Bom sambil menggosok punggung Chaerin lembut berusaha menenangkannya.

“Aku jahat eonni, seharusnya dulu aku tidak egois. Seharusnya aku dulu tidak marah pada Hayi dan Seungri.” Jawab Chaerin sambil terisak.

Bom memeluk Chaerin untuk menenangkannya kemudian berkata “Anni Rin, kau tidak salah itu wajar kalau kau marah saat kekasihmu memiliki hubungan lain dengan sahabatmu sendiri”

“Tapi aku tidak seharusnya semarah itu eonni. Sekarang aku benar benar jahat karena membuat mereka berdua tersiksa.”

“Tersiksa ??” Tanya Dara heran.

“Ne , mereka tersiksa eonni. Aku tau Hayi masih sangat mencintai Seungri, tapi dia menyembunyikannya karena dia masih memikirkan perasaanku dan itu membuatku merasa bersalah. Aku merasa bersalah karena mereka tersiksa seperti itu , sementara aku malah bersenang senang dengan Jiyong oppa. Aku ingin mereka juga merasakan bahagia sama seperti kita berempat.” Jelas Chaerin pada mereka sambil tetap terisak.

“Tenanglah Chae, kita akan membantu mereka. Tapi kau harus tenangkan dirimu dulu dan ingat ini bukan salahmu Chae.” Kata Dara lembut pada Chaerin.

“Dara eonni benar, kau tidak bersalah eonni. Lagi pula semua yang kau lakukan itu wajar eonni, aku juga akan melakukan hal yang sama kalau sampai Daesung oppa melakukan hal itu padaku.” Sahut Minzy ikut menenangkan Chaerin.

“Ya sudah , besok kan kita harus kuliah lebih baik kita tidur sekarang. Besok kita bicarakan ini dengan anak anak Big Bang di kampus, Arraso ?” kata Bom yang dibalas anggukan oleh Chaerin.

****

-Author POV-

Hari ini mereka mulai menjalankan rencana mereka untuk mempersatukan Hayi dan Seungri. Tanpa sepengetahuan Hayi mereka merencanakan liburan selama satu minggu di Pulau Jeju. Mereka sudah menyiapkan semuanya dengan baik agar tidak dicurigai oleh Hayi. Semua barang barang keperluan mereka sudah mereka sembunyikan di apartement Big Bang kemarin saat Hayi latihan dance dengan Minzy sampai sore. Jadi pagi ini mereka tinggal membawa Hayi pergi.

“Huh …. Eonni kalian semua mau kemana ?” seru Hayi heran karena melihat para eonni nya sudah memakai baju yang rapi pagi pagi begini.

“oh.. Hayi-aa lebih baik kau ganti bajumu , pakailah baju yang sudah aku siapkan di kasurmu” jawab Dara girang.

Hayi mengerutkan dahinya heran “Untuk apa ? Bukankah kita akan kuliah seperti biasa?” tanyanya.

“Sudah ikuti saja kataku. Cepat ganti sana aku tunggu kau di Basemen , okay !!” Seru Dara sambil menarik Bom, Chaerin dan Minzy untuk turun ke Basemen. Sementara Hayi hanya melongo melihat tingkah mereka kemudian masuk kedalam kamarnya untuk mengganti bajunya.

-Hayi POV-

“Sudah ikuti saja kataku. Cepat ganti sana aku tunggu kau di Basemen , okay !!”

Ada apa dengan mereka , kenapa mereka aneh sekali hari ini. Tapi ya sudahlah lebih baik aku turuti saja apa kata Dara eonni.

Aku melangkah masuk ke kamarku dan melihat setumpuk baju di kasurku.

Mwoya ?? Kenapa mereka memberikan baju seperti ini padaku ? Sebenarnya apa yang akan mereka lakukan , kenapa mereka memberiku baju yang begitu santai dan feminim seperti ini.

Setelah aku mengganti bajuku , aku segera melangkahkan kakiku menuju Basemen apartement untuk menemui para eonni ku.

Aigoo …. Baju ini sedikit menggangguku karena terlalu feminim dan membuatku agak sulit bergerak bebas.

****

-Author POV-

“Aisshh …. Dia lama sekali sih” keluh Seungri.

“Sudah tunggu saja, jangan protes” sahut Jiyong

Image

Beberapa menit kemudian Hayi muncul dengan sebuah dress berwarna merah muda yang membuat Seungri melongo karena pesona dari Hayi. “Eonni , sebenarnya kita mau ngapain ?” seru Hayi kesal karena harus berdandan seperti ini tanpa alasan yang jelas.

“Wahh…. Kau cantik juga ya Hayi” sahut Yong Bae memuji Hayi.

“Oppa…. Ini bukan saatnya menggodaku …. Aku serius !!” ucap Hayi kesal.

“Hmm…. Hayi sebenarnya kita akan berlibur ke Pulau Jeju selama 2 minggu.” Jawab Bom sambil senyum senyum.

“MWOOO ??” seru Hayi terkejut

“Sudah tenang aja , kita bakal seneng seneng kok disana” sahut Jiyong sambil membuka pintu mobilnya bersiap pergi.

“Tapikan ….”

“Udahh… Ikut aja” kata Dara sambil menarik Hayi mengikutinya.

Sementara itu di sisi lain , Seungri hanya mematung sambil menatap Hayi lekat. Dia sangat terkejut melihat Hayi yang biasanya berpenampilan cuek dan tomboy sekarang berubah jadi sangat feminim dan cantik.

“Hayi , kamu berangkatnya naik mobil Seungri ya” ucap Bom memberitahu Hayi.

“Ne ?? Kenapa harus aku eonni ?” sahut Hayi.

“Iya soalnya aku , Seunghyun, Jiyong dan Chaerin akan ikut mobil Jiyong dan Daesung, Minzy, Dara, Yong Bae akan ikut mobil Daesung . Jadi tinggal kamu sama Seungri dan kebetulan Seungri bawa mobil sendiri, okay?” jelas Bom.

“Ahh…aku tidak mau ah” seru Hayi kesal.

“Ayolah Hayi…. Please…. Cuma sampai Gimpo Airport aja kok.” Mohon Bom pada Hayi.

“Aisshh…. Baiklah ….” Jawab Hayi dengan berat hati kemudian melangkah menuju mobil Seungri yang di ikuti dengan Bom yang dan Seunghyun yang berjalan menuju Chaerin dan Jiyong yang sudah menunggu didalam mobil.

****

-Seungri POV-

“Eonni , sebenarnya kita mau ngapain ?” seru Hayi.

‘Aisshh…. Akhirnya dia muncul juga’ batinku kesal sambil memutar bola mataku melihat ke arah wanita itu.

Tiba tiba jantungku serasa berhenti berdetak dan waktu seolah berhenti berputar ketika aku melihatnya. Rasa yang selama ini sudah berusaha aku pendam kembali bergejolak ketika aku melihat dia seperti ini. Untuk beberapa saat aku hanya bisa tertegun melihat wanita yang ada di hadapanku sekarang ini.

“Yakk !! Apa yang kau lakukan ? Ayo cepat berangkat !!” teriak Hayi dari dalam mobil yang menyadarkanku kembali. Aku terkejut karena tiba tiba melihatnya sudah berada di dalam mobilku.

“Oh…. Ne….” jawabku sambil masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilku mengikuti yang lain.

Selama perjalanan suasana di dalam mobil sangatlah sunyi , tidak ada yang memulai pembicaraan bahkan keluhan dari bibir Hayi saat dia bersamakupun tak terdengar. Sesekali kucoba untuk melirik kearah gadis itu yang dari tadi melihat jalana kota Seoul dari jendelanya. Tiba tiba saja tanpa sengaja dia juga melirik kearahku yang membuat tatapan kita saling bertemu dan membuatku jadi salah tingkah. Aku langsung berpura pura mengalihkan pandanganku kejalanan sementara dia juga terlihat kembali mengalihkan pandangannya untuk melihat jalanan melalui jendelanya dan suasana kembali hening.

****

-Hayi POV-

‘Aigoo…. Ada apa denganku , kenapa aku tiba tiba jadi salah tingkah begini ?’ batinku heran.

Aku heran kenapa aku bisa salah tingkah begini saat sedang berdua dengan Seungri, biasanya aku pasti akan mengeluh dan marah marah saat bertemu atau berada di dekatnya tapi kenapa kali ini mulutku serasa berat untuk di buka. Akhirnya setelah beberapa menit aku berpikir dan berusaha mengumpulkan kekuatan agar mulutku bisa terbuka dan memecah suasana canggung dan aneh ini. Perlahan aku mulai mengalihkan pandanganku dari jendela untuk melihat kearahnya dan mulai berbicara, tapi ternyata dia juga sedang melirik kearahku ketika aku hendak melihat kearahnya dan itu membuatku jadi salah tingkah sehingga aku mengurungkan niatku untuk berbicara padanya. Dan susasana kembali sepi dan canggung.

****

-Author POV-

“Kira kira apa yang terjadi pada mereka ya ?” ucap Jiyong di tengah tengah perjalanan menuju Gimpo Airport.

“Entahlah, tapi aku berharap hubungan mereka bisa membaik.” Sahut Chaerin yang duduk di bangku sebelah pengemudi karena kali ini Jiyong yang mengemudikan mobilnya.

“Tenang saja Erin-aa aku yakin rencana kita kali ini akan berhasil, jadi kau jangan khawatir” sahut Bom dari bangku belakang.

“Bommie noona benar Chae, kau tidak perlu khawatir” jawab Jiyong sambil menggenggam tangan Chaerin untuk meyakinkannya.

“Aku juga setuju, jangan terlalu kau pikirkan mereka. Lebih baik liburan ini kita nikmati saja dan bersenang senang.” Kata Seung Hyun ikut menenangkan Chaerin.

“Iya Rin, kamukan juga udah lama nggak jalan sama Jiyong, mending sekarang kalian nikmati aja.” Sahut Bom

“Ne , aku mengerti” Jawab Chaerin sambil tersenyum kearah mereka semua.

****

-Gimpo Airport-

Ternyata Seungri dan Hayi yang pertama sampai di Gimpo Airport, sudah sekitar 15 menit dia di sana tapi teman temannya belum juga datang. Padahal tadi mereka berangkat sama sama, tapi entah kenapa teman temannya itu tiba tiba menghilang dan membuat dia harus tetap berduaan dengan Seungri di ruang tunggu.

Kali ini benar benar ada yang berbeda , biasanya Hayi dan Seungri selalu bertengkar setiap kali mereka bertemu. Tapi kali ini mereka justru terlihat sedang asyik ngobrol berdua.

“Hmm …. Hayi bolehkah aku bertanya ?” Tanya Seungri hati hati karena takut membuat Hayi marah.

“Boleh ….” Jawab Hayi sambil tersenyum tipis.

“Kenapa kau tidak marah marah lagi, saat bertemu denganku ?” Seungri kembali bertanya dengan ragu ragu.

“Wae ?? Apa kau tidak suka ??” sahut Hayi dengan nada menuntut.

“Anni …. Bukan begitu, aku hanya heran saja kenapa kau tiba tiba jadi baik padaku.” Jawab Seungri panik, takut Hayi jadi marah lagi padanya.

“Ohh…. Tidak apa apa aku hanya lelah saja terus terusan marah padamu, lagian aku pikir pikir selama ini kau tidak pernah menggangguku aku saja yang terlalu sensi padamu seperti orang gila.” Kata Hayi sambil tersenyum miris.

“Anni , Hayi-aa kau tidak gila, Tapi aku senang kau tidak marah lagi padaku. Jadi …. sekarang kita damai ?” ucap Seungri sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum lembut pada Hayi.

Hayi membalas uluran tangan Seungri dan tersenyum tipis padanya. Setelah itu mereka mulai asyik ngobrol tentang banyak hal. Sampai akhirnya mulai terlihat Daesung dan Minzy yang berjalan menuju kearah mereka dengan tangan Daesung yang memeluk pundak Minzy mesra dan mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu. Dan di belakang mereka terlihat Yong Bae dan Dara yang juga berjalan menuju kearah mereka dengan tangan Dara yang melingkar mesra di lengan Yong Bae, mereka terlihat sangat bahagia.

“Yong Bae, sepertinya rencana kita berjalan dengan lancar.” Kata Dara sambil tersenyum lebar pada kekasihnya itu.

“Bagaimana kau bisa seyakin itu jagiya ?” sahut Yong Bae sambil menyentuh pipi Dara lembut.

“Tentu saja aku yakin , lihat saja sendiri tuh.” Ucap Dara sedikit kesal karena Yong Bae tidak percaya padanya sambil menunjuk kearah Hayi dan Seungri.

“Ahh…. Kau benar. Semoga ini benar benar berhasil.”

“Aku juga berharap begitu, karena aku kasihan dengan Chaerin yang terus terusan merasa bersalah.”  Kata Dara sambil menarik Yong Bae untuk mempercepat langkahnya menuju Hayi dan Seungri.

Seungri dan Hayi yang terlalu asyik ngobrol dan tidak menyadari keberadaan Daesung, Minzy, Yong Bae, Dara terkejut melihat mereka tiba tiba datang dan langsung duduk di sofa.

“Oh…. Kalian sudah datang ?” ucap Seungri gugup.

“Kenapa kalian jadi salah tingkah ?” Tanya Daesung sambil menahan tawa.

“A….a….nni , siapa yang gugup.” Sahut Seungri.

“Hahahaha …. Tapi kenapa wajah kalian berdua jadi merah gitu ?” sahut Yong Bae ikut menggoda.

Hayi yang jadi ikutan malu karena ucapan Yong Bae tadi berusaha mengalihkan pembicaraan, “Ehm …. Dara eonni mana yang lain ?”

Mereka hanya bisa menahan tawa karena melihat Seungri dan Hayi yang jadi salah tingkah.

“Oh …. Tadi mereka bilang mau ke Supermarket dulu” sahut Dara.

“Mwo ?? Memangnya pesawat kita jam berapa ??” Tanya Hayi heran.

“Kalau soal itu , Mianhe Hayi-aa sebenarnya pesawat kita masih 30 Menit lagi.” Jawab Minzy sambil nyengir.

“Mwoo ?? Lalu kenapa kalian menyuruhku cepat cepat tadi?” sahut Hayi kesal.

“Soalnya kalau tidak begitu, kau pasti akan berusaha menolak ajakan kami, Mian.” Ucap Yong Bae.

Hayi memutar bola matanya kesal lalu mengalihkan pandangannya dan secara tidak sengaja dia bertemu pandang dengan Seungri dan itu membuatnya jadi salah tingkah. Teman temannya hanya bisa kembali menahan tawa melihat sikap mereka.

-20 Menit kemudian-

Jiyong, Chaerin, Seunghyun dan Bom sudah sampai ruang tunggu Gimpo Airport dan sekarang sedang ikut menggoda Hayi dan Seungri di sana sambil menunggu waktu penerbangan mereka.

“Udah …. Udah…. Jangan godain mereka terus , kasian tuh muka mereka udah pada merah semua. Aku mau bagi tiket pesawat kalian dulu nih ….” Kata Chaerin menghentikan usaha teman temannya untuk menggoda Seungri dan Hayi.

“Ahh…. Kau benar eonni , lagian aku juga udah capek ketawa terus dari tadi.” Sahut Minzy.

“Okay…. Ini dia tiketnya.” Ucap Chaerin memberikan tiket itu pada teman temannya, lalu memberikan punya Jiyong dan dia ke Jiyong, “Kau saja yang bawa Oppa.”

Mereka semua sekarang sedang menunggu reaksi dari Seungri dan Hayi, karena dalam tiket itu menunjukkan kalau mereka akan duduk bersama di pesawat. Tapi setelah beberapa saat mereka menunggu ternyata tidak ada reaksi apapun dari Seungri dan Hayi, padahal biasanya Hayi pasti akan berteriak kesal kalau tau dia harus bersama dengan Seungri. Hayi yang menyadari kalau sekarang ini dia sedang menjadi pusat perhatian dari teman temannya bertanya “Wae ?? Kenapa kalian melihatku seperti itu ??”

“Anni , Apa kau baik baik saja Hayi ??” Tanya Bom heran pada Hayi.

“Aku baik baik saja eonni, kenapa ??” sahut Hayi sambil tersenyum menunjukkan kalau dia baik baik saja.

“Anni lupakan , Lebih baik kita ke pesawat sekarang penerbangannya 5 menit lagi” sahut Bom yang kemudian di ikuti langkah mereka menuju pesawat.

****

-Jeju Island-

Mereka sekarang sudah berada di pulau Jeju dan sekarang mereka sedang beristirahat di kamar masing masing. Dara dan Bom satu kamar dengan Chaerin sementara Minzy satu kamar dengan Hayi di kamar sebelah mereka. Dan Big Bang berada di lantai 4, 2 lantai di atas mereka.

Mereka memutuskan untuk beristirahat dulu dan akan bertemu saat makan malam nanti. Dara, Bom dan Chaerin menghabiskan waktu istirahat mereka dengan mengobrol sambil menata pakaian mereka dan mempersiapkan pakaian yang akan Hayi gunakan untuk makan malam nanti, malam ini mereka akan memulai rencana kedua mereka saat makan malam nanti.

“Gimana kalau baju ini ?” Kata Bom sambil menunjukkan sebuah dress mini berwana hitam putih tanpa lengan dan ketat.

“Yakk !! Andwaee !! Itu tidak cocok dengan image nya yang polos, memangnya dirimu yang selalu memakai dress mini.” Seru Dara tidak setuju. Sementara Chaerin masih melihat lihat baju yang sudah mereka bawa untuk Hayi.

“Ini saja eonni ….” Seru Chaerin sambil menunjukkan baju yang dia pilih.

“Ahh…. Aku setuju denganmu Erin-aa, itu cocok untuk Hayi.” Sahut Dara yang diikuti anggukan oleh Bom.

Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 5, Chaerin sangat terkejut karena mereka harus segera bersiap kemudian mendandani Hayi karena makan malam mereka jam 7.

“OMO !! Eonni …. Kita harus cepat…. Sekarang sudah jam 5 !!” seru Chaerin panik.

“Jinjja ?? Eottoke ?? Kita harus ke kamar Hayi sekarang.” Sahut Dara ikutan panik.

“Okay, kalau gitu kita kesana sekarang cepet bawa alat alat yang dibutuhkan” ucap Bom segera berhambur menuju tasnya dan mengambil kotak make up yang sudah dia siapkan, kemudian Dara langsung menuju kopernya untuk mengambil alat alat lain dan Chaerin buru buru mencari sepatu untuk Hayi. Akhirnya mereka bertiga langsung berlari menuju kamar sebelah untuk menemui Hayi.

****

-Kamar Minzy & Hayi-

Tok …. Tok ….

Minzy segera membuka pintu kamarnya dan melihat para eonninya yang terlihat panik dengan membawa banyak barang dan langsung nyelonong masuk ke kamar mereka.

“Minzy-aa Hayi mana ??” Tanya Bom panik sambil berlari masuk ke kamar.

“Dia masih mandi eonni.” jawab Minzy santai sambil kembali menuju kopernya dan memilih baju.

“Aku disini eonni, ada apa ?” sahut Hayi dari pintu kamar mandi sambil menggosok rambutnya dengan handuk. Chaerin dan Dara yang melihat Hayi sontak langsung menarik Hayi menuju meja rias sementara Bom mulai sibuk menyiapkan alat Make Up nya.

“OMO !! Ada apa eonni ??” seru Hayi terkejut.

“Sudah kau nurut saja” sahut Bom sambil mulai merias wajah Hayi sementara Chaerin, Dara dan Minzy hanya bisa tersenyum sambil menunggu Bom selesai mendandani Hayi.

****

-Hayi POV-

‘Aigoo…. Sudah kuduga mereka akan melakukan hal ini.’ Batinku kesal.

Sekarang apa lagi yang akan mau mereka lakukan ?? Aku tidak bisa melakukan apapun selain menuruti apapun yang akan mereka lakukan padaku.

“Wahh…. Hayi kau cantik sekali hari ini” seru Minzy eonni saat melihatku keluar dari kamar mandi setelah mengganti bajuku dengan baju pemberian Chaerin eonni.

“Gomawo eonni…. Ini kan juga hasil karya kalian.”

“Ya sudah, sekarang kau tetap disini kita mau siap siap dulu” kata Bom eonni memerintahkanku untuk tetap di dalam kamar kemudian dia keluar dan kembali kekamarnya bersama Dara eonni.

“Okay eonni…. Eh, Chaerin eonni kemana ?”

“Erin sedang pergi ke kamar Big Bang untuk mengecek keadaan mereka.” Sahut Minzy eonni sambil mulai memoles wajahnya dengan make up.

“Ohh… gitu.” Sahutku sambil berjalan menuju jendela di dekat meja rias untuk melihat pemandangan di luar hotel sambil menunggu mereka selesai berdandan.

Saat aku melihat keluar jendela tiba tiba hatiku terasa sangat sakit, aku melihat Seungri sedang asyik ngobrol dengan Chaerin eonni. Aku juga heran kenapa aku harus sakit hati, lagi pula aku kan sudah tau kalau Seungri memang masih menyukai Chaerin eonni bukan aku. Oleh karena itu, aku tidak pernah mau dekat dengan Seungri karena aku takut rasa sakit itu akan timbul lagi.

****

-Author POV-

-Taman Hotel-

“Seungri-aa …. Apa kau sudah siap ?” Tanya Chaerin pada Seungri.

“Hmm…. Aku tidak yakin , tapi aku akan berusaha.” Jawab Seungri sambil tersenyum tipis pada Chaerin.

“Yakk !! Bagaimana mungkin kau belum siap, katanya mau memulai pertempuran untuk mendekati Hayi ??” Seru Chaerin kesal sambil memukul pundak Seungri pelan. “Awas kalau sampai kau tidak serius pada Hayi !!”

“Anni …. Aku serius kok pada Hayi. Eh , lalu bagaimana dengan Hayi ?? Apa dia mau ikut nanti malam ??” ucap Seungri sambil tertawa kecil.

“Tentu saja …. Dia sekarang sedang di dandani oleh Bom eonni, kau harus bersiap untuk terpesona dengan kecantikan Hayi nanti malam.” Ucap Chaerin dengan nada sedikit menggoda Seungri. Seungri hanya bisa tersenyum malu dengan perkataan Chaerin. “Ya sudah …. Kalau gitu aku ke kamar dulu ya…. Mau siap siap, kau juga cepet sana siap siap dandan yang ganteng biar imbang sama Hayi nanti malam.” Kata Chaerin sambil beranjak hendak meninggalkan Seungri.

“Aisshh…. Iya iya aku mengerti….” Sahut Seungri sedikit kesal.

“Oh iya …. Salam ya buat Jiyong oppa !!” seru Chaerin sambil berjalan meninggalkan Seungri.

Seungri hanya bisa tersenyum karena melihat tingkah Chaerin.

****

-Seungri POV-

“Oh iya …. Salam ya buat Jiyong oppa !!”

‘Aigoo…. Dasar Chaerin …. Dia memang tidak pernah berubah ya dari dulu, selalu ceria.’ Batinku.

Hari ini aku akan memulai rencana yang sudah di buat oleh sahabat sahabatku itu untuk mendekati Hayi, lebih tepatnya ini adalan rencana anak 2NE1 terutama si Chaerin itu.

Chaerin itu memang anak yang baik, dia bahkan tidak membenciku setelah aku menyakiti dia. Dia malah dengan sepenuh hati membantuku untuk mendapatkan Hayi, aku benar benar kagum pada wanita itu, tapi hatiku hanya untuk Hayi.

‘Aigoo …. Mianhe Chaerin-aa ….Gomawo ’ batinku menyesal sambil menatap kepergian Chaerin.

To Be Countinue

About Love (Chapter 1)

Image

Author : Loei Veve

Genre : Romance

Rating : 15+

Length : Chapter

Cast :

  • Lee Hayi
  • Seungri
  • Kwon Jiyong
  • Lee Chaerin
  • Sandara Park
  • Do Yong Bae
  • Park Bom
  • Choi Seung Hyun
  • Minzy
  • Kang Daesung
  • All YG Family member

a/n : Cerita ini murni karangan author sendiri , sebelumnya aku minta maaf ya kalau ceritanya agak nggak jelas dan masih banyak typo maklum masih penulis baru .. hehehe 😀 . Jangan lupa komen ya.. soalnya komentar kalian itu membantu author banget . Thank You.

****

-Author POV-

“OMO !!! itu kan 21Bang !!” seru seorang mahasiwa yang membuat semua orang datang menghampirinya ikut memperhatikan sekelompok orang yang dia sebut 21Bang itu tadi.

“Aigoo… mereka benar benar keren” lanjut mahasiswa lain yang disampingnya .

“Ne , mereka sangat cocok” lanjut mahasiswa lainnya.

21Bang adalah nama gabungan dari 2NE1 dan Big Bang , mereka adalah kelompok orang yang sangat berkarisma, mereka adalah mahasiswa paling berprestasi dan kaya di YG Univesity. Bahkan mereka memiliki ruang latihan pribadi di YG University .Mereka membuat nama 21Bang setelah para member dari kedua grup ini menjadi sepasang kekasih, kecuali member mereka Seungri dan Lee Hayi. Entah kenapa mereka berdua selalu saja bertengkar setiap kali bertemu.

-Ruang latihan-

“ahh… mereka selalu saja berteriak dan mengatakan kalau kalian pasangan yang hebat, lalu bagaimana nasibku yang belum juga memiliki kekasih” keluh Seungri sambil melirik Hayi seolah ingin mengajaknya berkencan.

‘kenapa dia harus melirik padaku ? Apakah kau ingin kita berkencan?’ gerutu Hayi dalam hati sambil balas menatap Seungri dengan tatapan mematikan.

“Hahaha…. Seungri-aa kalau ingin memiliki kekasih , kau harus bisa menaklukkan hati wanita yang satu itu dulu.” Kata Jiyong menanggapi kata kata Seungri tadi.

“huhh..mau bagaimana lagi hyung gadis itu galaknya sudah melebihi anjing herder” ucap Seungri sambil berpura pura lesu, tapi tetap melirik kearah Hayi.

“Yakkk !!!! Apa maksudmu mengatakan itu sambil melirik padaku” seru Hayi sambil memukul kepala seungri yang duduk di sampingnya.

“Aaaahhh…. Kenapa kau memukulku ?” balas Seungri. Hayi hanya menatap Seungri tajam lalu menjulurkan lidahnya pada Seungri kemudian mengalihkan pandangannya. Para member lain hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka kedua.

“Eh , Hayi bukankah katamu kau ada kelas Vokal hari ini ?” Tanya Bom mengingatkan Hayi.

“Oh benar.. aku hampir lupa . Kau akan ke kelas vokal juga kan eonni ?” jawab Hayi sambil melirik ke arah Bom yang duduk di samping Seung Hyun.

“Ahh… Jeongmal mianhe Hayi-aa , aku lupa memberitahumu kalau aku hari ini akan ikut Seung Hyun ke kelas Rapp” lanjut Bom dengan tatapan menyesal.

“Ne ?? Apa aku harus ke kelas Vokal sendirian” Kata Hayi sambil menatap ke teman temannya yang lain berharap ada yang menemaninya.

“Mianhe Hayi-aa , aku juga ada kelas Rapp dengan Jingyo oppa hari ini” sahut Chaerin.

“Aku juga harus ke kelas dance dengan Minzy hari ini” ucap Dara sambil menepuk bahu Hayi yang terlihat kesal.

“Kau ke kelas Vokal dengan Seungri saja, sepertinya dia juga ada kelas vokal hari ini. Benarkan Seungri ?” kata Yongbae sambil melirik ke arah Seungri memberinya isyarat untuk mendekati Hayi.

“Ehh… N.. ne ..” sahut Seungri tergagu, karena terkejut dengan perkataan Yongbae yang tiba tiba.

‘MWOOO ??? Bocah itu lagi …’ jerit Hayi dalam hati.

“A.. ani.. tidak perlu, aku bisa ke kelas vocal sendiri kok” kata Hayi sambil beranjak pergi.

“Tunggu.. kita pergi bersama saja. Aku juga ada kelas Vokal kok ” kata Seungri sambil menarik tangan Hayi.  Hayi yang terkejut sontak langsung menyentak tangan Seungri untuk menjauh dari tangannya.

“Yakkk… !!!! Jangan sentuh aku” jerit Hayi sambil memberi Seungri tatapan mematikannya.

“Aisshh…. kau benar benar menakutkan” gerutu Seungri.

“ Sudah … sudah.. jangan bertengkar terus. Sudahlah Hayi kau pergi saja dengan Seungri , dia anak yang baik kok” kata Seunghyun berusaha menenangkan mereka.

‘Apanya yang baik ?’ gerutu Hayi dalam hati. “Anni .. Oppa aku bisa pergi sendiri kok” sahut Hayi.

“Jangan Hayi , Itu berbahaya untukmu. Bagaimana kalau ada fans yang mengganggumu nanti” kata Chaerin khawatir.

“Anni eonni , gwaenchana… Kalau begitu aku pergi dulu .. Annyonghasseyo” kata Hayi sambil berjalan cepat meninggalkan mereka , menyelamatkan diri dari Seungri.

“Kenapa kau masih disini ? Kejar Hayi sana” kata Daesung sambil memukul pantan Seungri.

-lorong kampus-

‘kenapa dia mengikutiku? Dia membuatku risih..’ batin hayi.

“Yakkkk !!!!” jerit Hayi yang membuat semua orang di lorong kampus melihatnya.

“Aisshh….  Kenapa kau berteriak ?” gerutu Seungri sambil menutup telinga dengan kedua tangannya.

“Kenapa kau mengikutiku ? BABO !!!” jerit Hayi.

“Siapa yang mengikutimu ? Akukan juga mau ke kelas vokal.” kata Seungri santai sambil berjalan meninggalkan Hayi.

“Apa kau tidak ikut ?” kata Seungri sambil menoleh kearah Hayi.

“Aiissshhh……” gerutu Hayi sambil mengikuti Seungri.

****

 

-Café di Mall-

“Heii .. Kau kenapa ?” Tanya Jiyong lembut pada Chaerin  sambil memeluk bahu kekasihnya itu.

“Anni oppa , gwaenchana” kata Chaerin sambil tersenyum tipis.

“Iya Chaerin , kau terlihat murung hari ini .. Ada apa ?” Tanya Dara cemas.

“Anni.. jeongmal gwaechana” jawab Chaerin sambil berusaha terlihat ceria.

“Ya sudah, tapi kalau ada apa apa kau taukan kau bisa cerita padaku.” Kata Dara.

“Ne.. Gomawo eonni” jawab Chaerin sambil tersenyum tipis.

Walau Chaerin sudah berusaha keras untuk tenang, tapi tetap saja rasa bersalah itu masih merasuki hatinya. Dia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada Hayi dan Seungri sekarang. Dia berpikir seharusnya dia dulu tidak mencintai Seungri. Tiba tiba dadanya terasa sesak karena dan matanya mulai terasa mamanas karena memikirkan hal itu.

“Aku mau jalan jalan dulu..” kata chaerin sambil berdiri dan membungkukan tubuhnya kemudian pergi. Dia berjalan secepat mungkin sebelum air matanya menetes.

“Chaerin.. tunggu …!!” Seru Jiyong berusaha menghentikan langkah Chaerin, tapi Chaerin tetap melangkahkan kakinya meninggalkan mereka. Jiyong baru saja mau mengejar Chaerin, tapi Bom menahannya. “Dia hanya butuh waktu sendiri Ji..” kata Park Bom.

“Tapi noona….” Sahut Jiyong yang kemudian di putus oleh Dara.

“Benar Ji, aku rasa dia sedang ada masalah, biarkan dia sendiri dulu. Nanti kalau dia sudah lebih tenang, dia pasti akan bercerita padamu.”

Jiyong hanya bisa menuruti kata kata Bom dan Dara lalu kembali duduk.

-Back to Campus-

-Hayi POV-

‘kenapa dia harus duduk di sebelahku? Apa tidak ada tempat lain apa ?’ batinku.

“Kenapa kau melihatku seperti itu ? Atau jangan jangan kau suka padaku yaa” kata Seungri yang berhasil memecah lamunanku.

‘ihh… dasar cowok aneh.. sok tau lagi.. siapa juga yang masih suka sama dia’ batinku kesal.

“Yakk … siapa juga yang ngeliatin kamu” kataku sambil melotot.

“Nah , itu tadi barusan kamu ngeliat ke aku” kata seungri dengan tatapan ‘evil’ nya.

Aku hanya bisa mengerucutkan bibirku lalu mengalihkan pandanganku pada Gummy sosangnim , sebelum kami dimarahi.

“Hayi…” panggil Seunri padaku , tapi aku berencana untuk tidak menanggapi panggilannya dan tetap fokus pada Gummy sosangnim.

“Hayiiii….!!!!” Panggil Seungri lagi, tapi aku masih tidak menanggapinnya.

Bukk…

Tiba tiba saja ada sebuah gulungan kertas yang menimpa kepalaku. Aku yakin itu pasti ulah Seungri.

“Yakkkk !!!! Apa yang kau lakukan ?” seruku kesal sambil menatap Seungri dengan tajam.

“Lagian aku sudah memanggilmu dari tadi, tapi kau tidak menanggapinya.”

“Aku tidak punya waktu untuk menanggapimu..” kataku ketus padanya.

“Ayolahh….Aku hanya ingin bicara padamu” Katanya sambil menarik narik tanganku seperti anak kecil.

‘Aigoo… anak ini benar benar membuatku gila’batinku kesal.

“TTIIIDDAAKK!!!!” Seruku sambil melotot padanya.

“Ayolahh babe….” Kata Seungri sambil mencolek daguku.

Kali ini dia benar benar berhasil memancing amarahku, aku benar benar ingin membunuhnya. ‘Apa maksudnya coba , dia mencolek daguku sambil mengatakan hal itu.’

“YAKKKK !!!!” jeritku kesal sambil mencubit lengannya sekuat tenaga.

“Ahhhh….” Jeritnya kesakitan. Kemudian aku menjulurkan lidah padanya dan mengalihkan pandanganku darinya.

****

-Author POV-

Chaerin tidak bisa menyembunyikan kegalauan dalam hatinya saat ini. Dia hanya bisa membiarkan bulir bulir air matanya jatuh begitu saja, mengingat kejadian 4 tahun lalu. Kejadian yang membuat hidupnya sering di hantui rasa bersalah.

Air mata Chaerin kembali mengalir deras , dia tidak menghiraukan orang yang lalu lalang di depannya sambil menatap Chaerin heran.

Hari sudah mulai petang, tapi Chaerin tidak berniat untuk pulang sekarang karena dia tidak mau teman temannya khawatir melihat dia seperti ini.

-Apartement 2NE1-

Bom terlihat modar mandir di ruang tengah, dia khawatir karena Chaerin tak kunjung pulang padahal sekarang sudah hamper jam 7 malam.

“Yak Darong-aa apa erin tidak menghubungimu ?” Tanya Bom pada Dara cemas.

“Anni , aku juga sudah menyuruh Mingki menghubunginya tapi tidak ada jawaban.” Jawab Dara yang tidak kalah cemasnya dengan Bom.

“Aku jadi khawatir eonni” sahut Minzy.

“Jangan khawatir , aku disini” tiba tiba Chaerin muncul dari pintu.

“Yakkk !! kemana saja kau ? Apa kau tau kita semua khawatir ?” Seru Bom memarahi Chaerin.

“Ne , Mianheo eonni” jawab Chaerin lemas.

Bom, Dara dan Minzy hanya tertegun melihat tingkah Chaerin yang jadi begitu lemas dan tidak bersemangat , padahal biasanya dia yang paling ceria dan bersemangat diantara mereka.

“Oh.. eonni kemana Hayi ?” Tanya Chaerin pada mereka

“Hayi ada tambahan kelas vocal hari ini. Ada apa?” sahut Dara.

“Anni , tidak apa apa” jawab Chaerin sambil berjalan menuju kamarnya.

****

-Campus-

-Seungri POV-

Hari ini melelahkan sekali untukku setelah mengikuti kelas vocal sampai malam, tapi tidak apalah yang penting aku bisa dekat dengan Hayi. Aku melangkahkan kakiku menuju mobilku, tapi langkahku ketika melihat seorang wanita yang sepertinya sedang menunggu taxi disana.

“Mau pulang bersamaku ?” tanyaku padanya.

“Tidak perlu , aku bisa pulang sendiri”  jawabnya ketus.

“Apa kau yakin mau menunggu disini sendirian malam malam begini ?” kataku dengan tatapan ‘evil’. Terlihat rasa khawatir mulai muncul di wajah wanita itu.

“Tidak usah repot repot memikirkanku pulang saja sana” sahutnya.

“Aku tidak repot kok , lagian kan apartement kita bersebelahan jadi sekalian saja , ne ?” rayuku padanya , pantang menyerah.

“Sudah kukatakan aku tidak butuh bantuanmu Lee Seung Hyun !!” serunya sambil melotot padaku.

‘Aisshh … anak ini keras kepala sekali sih. Dia tidak sadar apa kalau aku sebenarnya khawatir padanya’ batinku kesal.

“Ya sudah kalau begitu, tapi jangan salahkan aku kalau terjadi sesuatu padamu. Kau taukan kalau kota Seoul bisa berubah kejam kalau malam hari. Bye” kataku sambil beranjak meninggalkannya. Tapi aku berharap dia memanggilku dan mau pulang bersamaku, karena sebenarnya aku khawatir meninggalkan dia sendirian disini.

“ Tunggu !!” serunya. Kemudian aku memutar badanku menghadap padanya “Wae ??”

“Baiklah aku mau pulang bersamamu” lanjutnya sambil berjalan cepat menuju mobilku, aku tersenyum lebar melihat tingkahnya.

****

-Author POV-

-Basemen Apartement 21Bang-

“Gomawo” kata Hayi singkat kemudian turun dari mobil Seungri.

“Tunggu !!” seru Seungri sambil menarik tangan Hayi.

“Yakk !! kenapa kau menyentuhku” sahut Hayi kesal dan berjalan meninggalkan Seungri.

Seungri hanya bisa tertegun melihat Hayi yang pergi meninggalkannya begitu saja.

‘Apa diriku begitu menjijikkan dimatamu ? sampai sampai kau tidak mau kusentuh sedikitpun. Apa aku begitu hina dimatamu sampai sampai aku tidak boleh mencintaimu Hayi.’ Seungri menarik nafas berat, karena rasa sesak mulai menjalar dalam dadanya. Ketika dia hendak turun dari mobilnya, dia melihat sebuah hand phone berwarna merah muda tertinggal di bangku mobilnya. Dia tau itu hand phone Hayi , jadi segera mengambilnya dan berlari menuju apartement 2NE1 untuk mengembalikannya.

-Apartement 2NE1-

“Oh.. Hayi kau sudah pulang” seru Minzy ketika melihat Hayi membuka pintu apartement mereka.

“Ne” jawab Hayi singkat.

“Apa kau sudah makan Hayi ?” Tanya Bom sambil tersenyum manis pada Hayi.

“Aku tidak lapar eonni, aku mau istirahat.” sahut Hayi, kemudian berjalan menuju kamarnya.

Bom, Dara dan Minzy terheran heran melihat tingkah Hayi yang sama anehnya dengan Chaerin hari ini. “Ada apa dengan mereka ?” kata Dara bingung.

Ting ….Tong….

Tiba tiba saja suara bel berbunyi. “Siapa yang datang kesini malam malam, apa kalian ada janji dengan Big Bang” Tanya Minzy bingung pada kedua eonni nya.

“Anni” sahut Bom dan Dara kompak.

“Ya sudah kalau begitu aku buka dulu pintunya” kata Minzy sambil berjalan menuju pintu.

“SEUNGRI !!” seru Minzy terkejut yang di ikuti keterkejutan dari Bom dan Dara , karena Seungri adalah satu satunya member Big Bang yang hampir tidak pernah datang ke apartement mereka.

“Apa aku mengganggu ?” Tanya Seungri pada Minzy.

“Anni , silahkan masuk” sambut Minzy sambil tersenyum pada Seungri.

“Tidak usah, aku hanya ingin mengembalikan hand phone Hayi.” sahut Seungri sambil mengulurkan tangannya memberikan hand phone Hayi kemudian pergi meninggalkan apartement 2NE1.

“Oh.. Gomawo” seru Minzy setengah berteriak karena Seungri sudah berjalan menjauh.

Minzy menutup pintunya dan kembali menuju para eonni nya yang sedang duduk di sofa ruang tengah dengan wajah terkejut.

“Kenapa handphone Hayi bisa ada di Seungri?” kata Minzy heran.

“OMO !! mungkinkah tadi mereka bersama?” seru Dara terkejut.

“Jeongmal ? Wahh bukankah itu bagus.” Seru Bom bahagia.

“Tentu saja kalau begitu ayo kita bicara pada Hayi.” Lanjut Dara girang kemudian berjalan meuju kamar Hayi dan di ikuti oleh Bom dan Minzy.

-Kamar Hayi-

“Hayi-aa” seru Dara girang.

“Ne , Waeyo eonni?” sahut Hayi heran.

“Hayi-aa apakah kau sudah baikkan dengan Seungri ?” Tanya Bom to the point.

“Ne ??” jawab Hayi bingung.

“Iya , tadi Seungri datang kesini mengembalikan hand phone mu, bukankah berarti kalian tadi sedang bersama.” Sahut Minzy sambil mengulurkan tangannya mengembalikan hand phone Hayi.

“A…anni” jawab Hayi tergagu.

“Sudahlah Hayi , kau tidak perlu menyembunyikannya kita bahagia kok kalau kau bisa kembali bersama dengan Seungri.” Kata Dara girang.

“Anni eonni, aku tidak akan pernah bersama dengan laki laki sialan itu lagi.” Sahut Hayi kesal.

“Wae ?? kalian serasi kok” lanjut Minzy.

“Eonni, aku tidak akan pernah kembali dengan Seungri karena…..”

“Apa karena aku ?” sahut Chaerin yang tiba tiba muncul di ambang pintu kamar Hayi. Chaerin yang tadinya sedang tidur di kamarnya terbangu karena ada suara ribut dari Kamar Hayi dan Minzy langsung menuju kamar mereka.

“Oh… Chaerin-aa. Aku kira kau sudah tidur.” kata Dara terkejut.

“Aku terbangun karena mendengar suara ribut ribut” jawab Chaerin santai kemudian berjalan mendekati mereka.“Apakah kau tidak bisa kembali dengan Seungri karena aku ?” ucap Chaerin sambil memegang bahu Hayi.

“Anni , eonni tapi karena …..”

“Karena apa Hayi ?? karena kau tidak mau menyakitiku ?? Hayi aku mohon jangan bersikap begini, justru sikapmu yang beginilah yang membuatku sakit.” Chaerin berhasil mengucapkan isi hatinya.

“Bukan begitu eonni, tapi… tapi aku tidak mau terlihat bahagia setelah membuatmu sakit hati dan menangis.”sahut Hayi dengan nada lirih.

“Ayolah Hayi… justru sikapmu yang beginilah yang membuatku tersiksa. Aku selalu merasa bersalah karena sudah menghalangi kebahagiaan kalian.” Sahut Chaerin sambil memeluk bahu Hayi.

Hayi melepaskan pelukan Chaerin dan berkata “Sudahlah eonni , jangan pikirkan aku. Aku akan baik baik saja seperti ini”

“Sudahlah kalian keluar saja , aku mau istirahat” kata Hayi kasar pada mereka dan berbalik menuju tempat tidurnya.

Keempat sahabatnya itu mengerti perasaan Hayi saat ini , jadi mereka pergi meninggalkan Hayi sendirian.

To Be Continue

 

I’m Sorry Oppa (Chap 6)

Image

 

Cast :

Yoon Eun Hye :

  • Usia : 24 tahun
  • Pekerjaan : Mahasiswa , Model , Aktris
  • Ket :Adik Kwon Ji Yong, Kekasih Choi Seung Hyun

Kim Jong Kook :

  • Usia : 32 tahun
  • Pekerjaan : Penyanyi , Presenter
  • Ket : Mantan kekasih Yoon Eun Hye

Choi Seung Hyun (TOP) :

  • Usia : 26 tahun
  • Pekerjaan : Aktor , Penyanyi , Rapper
  • Ket : Kekasih Yoon Eun Hye

 

Other Cast :

Kwon Ji Yong (G-Dragon):

  • Usia : 26 tahun
  • Pekerjaan : Pengusaha
  • Ket : Kakak Yoon Eun Hye , Kekasih Park Bom

Park Bom (2ne1):

  • Usia : 24 Tahun
  • Pekerjaan : Pengusaha
  • Ket : Teman Yoon Eun Hye , Kekasih Kwon Ji Yong

Genre : Romance

Lenght : Chaptered

A/N : Cerita ini murni ide dan karangan dari author sendiri dan ini adalah FF pertama yang aku tulis , jadi aku minta maaf kalau ceritanya agak Gaje . Dan aku minta kritik dan sarannya ya di kotak komentar . Thank You ^_^

Twitter : @VeveVLoei

 

Last Chapter

Semua energiku rasanya terkuras habis saat mengatakan semua itu tadi dan tubuhku terasa lemas sekarang , sampai akhirnya kurasakan Jong Kook oppa yang membenamkanku dalam pelukannya .Pelukan yang begitu hangat dan aku rindukan selama 7 tahun ini . Untuk beberapa saat kubiarkan tubuhku terbenam dalam pelukannya yang hangat untuk melepaskan rindu dan semua bebanku , sebelum aku menyadari keberadaan Seung Hyun oppa yang langsung mengahampiriku dan langsung menarikku lalu mendaratkan hantaman pada wajah Jong Kook oppa .

~sory~

Author POV

“Seung Hyun , oppa” hanya itulah yang bisa Eun Hye katakan ketika melihat Seung Hyun memukul wajah Jong Kook . Tubuhnya serasa membeku ketika menyadari keberadaan Seung Hyun , dia sadar dia juga bersalah dalam hal ini karena membiarkan Jong Kook memeluknya . Dia benar benar merasa bersalah pada Seung Hyun , dia merasa bersalah karena tidak menepati janjinya padahal Seung Hyun adalah orang yang mampu membuatnya tersenyum kembali .

“Seung Hyun oppa … mianhe .. tapi ini tidak seperti yang kau pikirkan oppa” kata Eun Hye sambil menarik tangan Seung Hyun yang hampir memukul Jong Kook lagi .

Seung Hyun hanya terdiam dan menatap Eun Hye tajam lalu beranjak meninggalkan Eun Hye . Eun Hye berusaha mengejar Seung Hyun , tapi Seung Hyun langsung melajukan mobilnya kencang sampai sampai Eun Hye terjatuh karena mengejarnya .

Seung Hyun menghentikan mobilnya di pinggir jalan , ia memukul mukul setirnya untuk meluapkan gemuruh di hatinya . Hatinya kini benar terasa sakit , dia benar benar sudah di luar kendali kepalanya terasa berat dan pening karena memikirkan Eun Hye .Dia sangat mencintai Eun Hye , dia tidak mau kehilangan wanita itu .

~sory~

Eun Hye benar benar terlihat berantakan sekarang , wajahnya terlihat pucat dan lesu dengan luka di kakinya akibat terjatuh saat mengejar Seung Hyun tadi . Eun Hye turun dari taxi dan berjalan menuju apartement nya dengan kondisi yang terlihat acak acakan  .

Ji Yong terkejut melihat kondisi adiknya saat ini . Eun Hye yang biasanya selalu terlihat fresh , dengan penampilannya yang memuakau  sekarang berubah jadi acak acakan  , terlihat lesu dengan luka di kakinya , matanya sayu karena terlalu banyak menangis dengan langkah gontai memasuki ruangan.

“Eun Hye-aa ada apa denganmu ?? Baru kutinggal 3 hari kenapa kau jadi begini ?”Tanya Ji Yong cemas . sementara Eun Hye hanya terdiam dan tetap berjalan menuju kamarnya .

“Eun Hye-aa kau terluka ?? sebenarnya apa yang baru saja kau lakukan ?? ada apa denganmu ?? bicaralah , jangan diam saja jangan membuatku cemas Eun Hye-aa” kata Ji Yong sembari mengobati luka Eun Hye .

“oppa , aku mengecewakannya.” Kata Eun Hye dengan nada getir dan air mata yang hampir menetes lagi di pipinya . Ji Yong tau kalau adiknya ini sedang hancur , tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini . Dia hanya bisa memeluk Eun Hye dan berusaha menenangkannya .

~sory~

Apartement Seung Hyun , 01.00 am

Sandara masih belum bisa tidur , dia cemas karena adiknya belum juga pulang , padahal ini sudah sangat malam .

Tiba tiba saja terdengar suara pintu terbuka , dia langsung cepat menghampiri Seung Hyun . Kondisi Seung Hyun kali ini tidak kalah berantakannya dengan Eun Hye . Dia terlihat mabuk denagn pakaian dan rambut yang acak acakan dengan wajah yang terlihat sangat stress .

“Aigoo … Seung Hyun-aa ada apa denganmu ??” Tanya sandara cemas , sambil memegangi Seung Hyun yang hampir terjatuh karena sedang mabuk . “Apa kau bertengkar dengan Eun Hye ?? tumben kalian bertengkar biasanya kalian selalu terlihat mesra ?” tanya Dara . Seung Hyun hanya menatap Dara tajam lalu tersenyum . “Ya sudah kalau begitu aku bantu kau ke kamar ya” Kata Dara lagi karena tidak mungkin mendapat penjelasan apapun dari adiknya yang sedang mabuk itu .

~sory~

 

Back to Eun Hye Apartement’s

Hati Eun Hye kini sedang bimbang , ia memang merasa bersalah pada Seung Hyun tapi tidak bisa dia  pungkiri kalau hati kecilnya mengatakan kalau dia ingin kembali pada Jong Kook . Dia membuka lemari yang ada di sebelah tempat tidurnya dan dia ambil sebuah kotak berukuran sedang yang terlihat usang dan berdebu . Dibukanya kotak tersebut dia ambil satu persatu barang yang ada di dalamnya . Ada cincin yang dia dapat dari Jong Kook , topi , foto , baju ,dan benda benda lainnya yang ia dapat dari Jong Kook . Semua benda itu semakin membuatnya bimbang dengan hatinya .

~sory~

3 Bulan kemudian ….

Eun Hye sudah menjalani hari harinya dengan normal . Semenjak kejadian itu dia tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi dengan Seung Hyun , dia sudah mencoba menghubungi Seung Hyun bahkan sampai mencari Seung Hyun ke apartement , kantor management nya dan tempat tempat yang biasa di kunjungi Seung Hyun tapi dia tetap tidak bisa menemukan Seung Hyun . Dia sekarang sudah menjalani harinya dengan normal dan dia juga sudah mulai dekat kembali dengan Jong Kook karena mereka sering bertemu di acara X-Man .

Keadaan Eun Hye berbanding terbalik dengan Seung Hyun , Seung Hyun masih tetap hancur . Dia bahkan menghentikan semua kegiatannya dan mengurung dirinya di dalam apartement

“Heeeyyy …..Seung Hyun-aa apa kau tidak lelah terus begini ?? aku yang melihatmu saja lelahh ..kalau kau cinta pada Eun Hye ya kau harus menemuinya , kau harus minta kejelasan padanya . bukannya malah mengurung diri . Memangnya kalau kau mengurung diri Eun Hye bisa kembali padamu ?? Yang ada kau malah mengantarkan Eun Hye untuk bersama dengan Jong Kook kalau begini caranya .” cerocos Dara untuk menyadarkan adiknya yang satu itu .

“ nonna … haruskah aku melepaskan Eun Hye dan menyerahkannya pada Jong Kook hyung”tanya Seung Hyun pada Dara dengan nada lirih .

Dara menghampiri Seung Hyun dan duduk dan berkata “ Dengarkan aku Seung Hyun-aa kau tidak harus melepaskan Eun Hye , saat ini emosimu sedang tidak teratur . Jangan mengambil keputusan yang akan membuatmu menyesal nantinya , lagi pula kau tau dari mana kalau Eun Hye lebih suka pada Jong Kook dari pada kau . Saranku kau lebih baik ke Jepang saja menenangkan dirimu , kalau kau sudah tenang baru kembalilah dan temui Eun Hye .” Jelas dara yang berusaha untuk menenangkan adiknya itu .

“ tapi bagaimana dengan Eun Hye ??” tanya Seung Hyun lagi .

“tenang saja soal itu , biar aku yang jelaskan pada Eun Hye . Aku yakin Eun Hye mengerti” jawab Dara .

~sory~

 

Hari ini adalah hari keberangkatan Seung Hyun ke Jepang , dia tetap tidak menghubungi Eun Hye . Tapi hari ini Dara sudah berjanji akan menemui Eun Hye .

 

Studio SBS , X-Man Broadcast

Eun Hye’s POV

Sudah hampir 4 bulan semenjak kejadian itu aku tidak bertemu lagi dengan Seung Hyun oppa , aku sudah mencarinya ke apartementnya tapi tetap tidak ada jawaban . Aku memang merasa bersalah pada Seung Hyun oppa , tapi di sisi lain ada rasa bahagia yang menjalar di hatiku karena aku kembali dekat dengan Jong Kook oppa . Hari ini seperti biasa aku datang ke studio SBS untuk syuting X-Man , dan aku sekarang sedang bercanda , mengobrol bersama Jong Kook oppa sampai akhirnya aku terkejut dengan kedatangan Dara eonni

“Annyong Eun Hye-aa ..”Sapa dara eonni padaku yang membuatku sangat terkejut .

“ oh .. Annyonghaseyo eonni “ Balasku menyapa .

“Apakah kau sibuk ?? bisakah kita bicara berdua ??” tanya dara eonni .

“ oh ne .. aku tidak sibuk eonni”

“ kalau begitu , aku keluar dulu ya .” kata Jong Kook oppa yang menyadari tatapan tajam Dara eonni padanya .

“ Ada apa eonni ?” tanyaku setelah Jong Kook oppa meninggalkan kami berdua di ruang itu . “Apa ini tentang Seung Hyun oppa?” Lanjutku .

“ Iya Eun Hye-aa ini tentang Seung Hyun” Jawabnya .

“Ada apa dengannya eonni ?? Apa ada sesuatu terjadi padanya ? Dia tidak menghubungi ku selama 4 bulan belakangan ini” Kataku dengan nada sedikit cemas .

“Anni Eun Hye-aa dia baik baik saja , dia hanya butuh waktu untuk menenangkan dirinya . Hari ini dia berangkat ke Jepang untuk menenangkan diri , mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuknya . Dia begitu hancur karena kejadian itu . Selama 4 bulan ini ia hanya mengurung dirinya didalam apartement , seolah hidupnya tak berarti lagi .” kata kata Dara eonni itu berhasil membuat air mataku terjatuh , aku juga tidak tau kenapa air mataku terjatuh bukankah aku seharusnya bahagia karena aku bisa leluasa untuk mengumbar kedekatanku dengan Jong Kook oppa .

“eonni tolong katakan padanya kalau aku benar benar minta maaf , aku bersalah padanya.” Kataku dengan sesenggukan .

“ iya aku mengerti Eun Hye-aa . Kalau begitu pergi dulu , sepertinya kau harus kembali syuting” pamit Dara eonni yang ku balas dengan anggukan .

“ oh iya Eun Hye , ini ada titipan dari Seung Hyun” tambah Dara eonni lalu meninggalkanku .

Kubuka kotak kecil berwarna pink itu , ada sebuah cincin emas putih bertabur berlian didalamnya dan sebuah surat dengan tulisan tangan yang sudah tidak asing lagi bagiku .

Dear Eun Hye ,

Eun Hye aku tau kau pasti bingung karena aku tidak menghubungimu beberapa bulan ini , jangan khawatir padaku Eun Hye aku baik baik saja aku hanya butuh waktu sendiri . Jujur aku tidak menyangka dan kecewa atas kejadian hari itu , tapi aku tidak menyalahkanmu Eun Hye akulah yang orang ketiga dalam hubungan kalian . Aku juga tidak tau Eun Hye apakah kau mau tetap bersamaku dan menungguku atau tidak , tapi yang kau perlu tau sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu dan selalu ada saat kau membutuhkanku sayang . Aku tidak bisa hidup tanpamu Eun Hye , lebih baik aku mati dari pada harus hidup tanpamu .  Dan cincin itu sebenarnya adalah cincin yang akan kuberikan padamu di hari itu , aku bahkan sudah menyewa restorant di pinggir pantai untuk melamarmu dan semuanya gagal , jadi aku memberikannya sekarang . Kalau kau memang mencintaiku Eun Hye pakailah cincin itu agar saat aku kembali dari Jepang aku bisa yakin kalau kau adalah milikku .

I Love You

Seung Hyun

 Aku menangis sejadi jadinya karena surat itu aku merasa bersalah . “oppa mianhe dan aku akan menunggumu di sini oppa”

To Be Continued

I’m Sorry Oppa (Chap 5)

ImageNote : FF ini sudah pernah aku kirim ke Big Bang Fan Fiction dan sekarang aku coba Post di blog pribadiku . 😀

Cast :

Yoon Eun Hye :

  • Usia : 24 tahun
  • Pekerjaan : Mahasiswa , Model , Aktris
  • Ket :Adik Kwon Ji Yong, Kekasih Choi Seung Hyun

Kim Jong Kook :

  • Usia : 32 tahun
  • Pekerjaan : Penyanyi , Presenter
  • Ket : Mantan kekasih Yoon Eun Hye

Choi Seung Hyun (TOP) :

  • Usia : 26 tahun
  • Pekerjaan : Aktor , Penyanyi , Rapper
  • Ket : Kekasih Yoon Eun Hye

 

Other Cast :

Kwon Ji Yong (G-Dragon):

  • Usia : 26 tahun
  • Pekerjaan : Pengusaha
  • Ket : Kakak Yoon Eun Hye , Kekasih Park Bom

Park Bom (2ne1):

  • Usia : 24 Tahun
  • Pekerjaan : Pengusaha
  • Ket : Teman Yoon Eun Hye , Kekasih Kwon Ji Yong

Genre : Romance

Lenght : Chaptered

A/N : Cerita ini murni ide dan karangan dari author sendiri dan ini adalah FF pertama yang aku tulis , jadi aku minta maaf kalau ceritanya agak Gaje . Dan aku minta kritik dan sarannya ya di kotak komentar . Thank You ^_^

Twitter : @VeveVLoei

 

Last Chapter

“Danghyunaji , kenapa kau menanyakan hal itu ? aku rasa itu adalah masalah pribadiku , kenapa kau ingin mengetahuinnya ?”

“karena aku masih mencintaimu Eun Hye-aa” katanya dengan nada bergetar yang sontak membuat Eun Hye dan semua orang yang ada disana terkejut dan membisu .

~sory~

Eun Hye’s POV

“karena aku masih mencintaimu Eun Hye-aa”

Hah ?? apa maksudmu oppa ? Kenapa kau mengatakan hal itu ?

Aku benar benar nggak tau harus ngomong apa lagi ,kenapa kau mengatakan hal itu ? apa kau sudah lupa dengan apa yang kau lakukan padaku , hah ?

Flashback

Taman belakang Rumah Eun Hye ,September 2005

“Ne ??? ,apa maksudmu oppa ?” tanyaku dengan nada bergetar dan perlahan air mataku terjatuh dan membasahi pipiku .

“Ne , Eun Hye-aa kita harus mengakhiri hubungan ini , hubungan kita sudah terkuak di publik dan kamu tau kan apa resikonya ?” Jelas Jong Kook oppa padaku , kini air mataku semakin deras dan tak terkendali mengalir di pipiku .

“Aku nggak peduli oppa sama semua resiko itu , karena aku sayang padamu , aku rela kehilangan semua itu , memangnya kenapa kalau kita memiliki perbedaan usia yang cukup jauh ? Apa itu salah ?”

“ Tapi aku nggak bisa Eun Hye-aa aku peduli sama semua itu , aku nggak mau karir ku hancur karena semua ini , terserah kamu mau peduli atau tidak tapi yang pasti aku peduli , aku tidak mau kehilangan popularitasku karena hal ini” kata Jong Kook oppa dengan nada dingin seolah tak peduli dengan perasaan ku .

“ Mulai sekarang lebih baik kita tidak usah terlalu dekat , bila perlu kita bisa mengatur jadwal kita agar kita tidak bertemu lagi di X-Man , jadi jadwal kita bergantian kalau kamu hadir di X-Man maka aku tidak akan hadir” Lanjut Jong Kook oppa masih dengan nada dingin tanpa sedikitpun memandang ke arahku .

“ Wee…?? Wee oppa ??? Kenapa kau tega melakukan ini padaku oppa ? Apakah kau tidak benar benar mencintaiku ?” Tanyaku dengan emosi yang mulai memuncak .

“ Kau masih terlalu kecil untukku Eun Hye-aa , aku memang mencintaimu tapi kau terlalu kekanak kanakan untukku Eun Hye , lagi pula aku juga yakin Cintamu padaku itu hanyalah emosional saja suatu hari nanti kau akan menemukan orang lain yang benar benar kau cintai” Jawab Jong Kook oppa sambil melemparkan cincin couple kita dan beralih untuk meninggalkanku .

“ Okey kalau itu mau mu oppa , dan kau tidak perlu repot repot mengatur jadwalmu yang super padat itu hanya untuk menjauhsiku . Minggu depan aku akan mengundurkan diri dari X-Man” kataku dengan nada getir dengan air mata yang masih membasahi pipiku . Jong Kook oppa tetap berjalan meninggalkanku tanpa sedikitpun menoleh kearahku .

Flashback end

Setelah mengingat hal itu membuat emosiku kembali memuncak , aku tidak akan kalah , aku akan membalas semua rasa sakit yang sudah dia torehkan padaku .

Terdengar suara MC Yoo yang mulai menghitung “Baiklah Eun Hye-ssi 5…4…3…2..”

“Danghyunaji” kataku memotong hitungan MC Yoo.

“Chua … Eun Hye-ssi” komentar MC Yoo . “Tapi aku sekarang yang ada di hatiku hanyalah Seung Hyun oppa , Bagaimana menurutmu ?” Kataku lantang dan yakin.

“Woahh woahh , bagaimana Jong Kook-aa?” komentar Ho Dong oppa “ aigoo … suasana mulai memanas rupanya” lanjut Je Dong oppa , ”Sepertinya itu menyakitkan untuk Jong Kook” komentar Kyung Lim eonni lagi . “Oke Kim Jong Kook-ssi lima….empat … tiga … duuaa….sa….tu Yoon Eun Hye-ssi menang” kata MC Yoo menandakan Jong Kook oppa kalah dia tidak bisa mengatakan Danghyunaji atas perkataanku . Ada sedikit rasa lega dalam hatiku karena bisa membuat laki laki itu terdiam , tapi entah kenapa juga timbul rasa bersalah dalam hatiku .

~sory~

Author POV

Studio SBS , Korea Selatan ,  10.00

Image

Kini Eun Hye mulai memasuki studio SBS , hari ini adalah hari pertama broadcast X-Man . Hari ini dia datang Sa Rang managernya , tanpa Seung Hyun karena tiba tiba Seung Hyun ada pemotretan mendadak . Kini Eun Hye mulai memasuki studio yang sudah mulai dipenuhi oleh kru , penonton dan bintang tamu . “Anyeonghaseyo” sapa Eun Hye pada semua orang di ruang itu .

“ahh… Anyeonghaseyo Eun Hye-ssi” tanggap MC Yoo menanggapi sapaan Eun Hye .

“Apakah aku terlambat ?” Lanjut Eun Hye . “Anni , kau datang tepat waktu kami baru saja akan membagi kelompok” sahut Hwangbo .

“Okey , sekarang kita aku akan mengumumkan kelompok kalian bintang tamu kita hari ini Junsu dan Yoochun JYJ,  kalau ada yang kurang pas katakan saja padaku . Kang Team : Kang Ho Dong , Junsu JYJ , Kim Jong Min , Andy Lee , Hwangbo , Yoon Eun Hye , Lee Jin . Kim Team : Kim Je Dong , Yoochun JYJ , Kim Jong Kook , Haha , Lee Ji Hyun , Kang Eun Bi , Park Kyung Lim . bagaimana ?” Terang PD-nim

“Ne , aku rasa itu baik baik saja” kata Haha

“Tunggu , aku rasa pembagian itu tidak merata , karena di Kang Team ada Hwangbo , Lee Jin dan Yoon Eun Hye , mereka sangat jago di permainan yang membutuhkan kekuatan fisik . Sementara di Kim Team hanya ada Park Kyung Lim saja” Kata Kim Je Dong

“oh betul juga , kalau begitu bagaimana kalau Eun Hye bertukar tempat dengan Kang Eun Bi?” Kata PD-nim lagi . “bagaimana Eun Hye-ssi , Kang Eun Bi-ssi?” lanjut PD-nim . Kang Eun Bi hanya tersenyum menandakan dia setuju , sementara Eun Hye yang terkejut karena harus satu Team dengan Kim Jong Kook “Ne …???? a…a.a…aku ???” Tanya Eun Hye dengan naa gugup .

“ iya Eun Hye-ssi apa ada masalah?” tanya PD-nim lagi . “e…ee.. baiklah” Jawab Eun Hye dengan berat hati karena tidak mungkin dia menolak perintah PD-nim hanya karena alasan pribadinya dengan Kim Jong Kook , dia akan terlihat tidak profesional karena hal itu .

~sory~

Games demi games berhasil Eun Hye lalui dengan baik , sampai pada Couple games

Dimana mereka harus memilih pasangan mereka dari team yang sama untuk bermain di games selanjutnya .

“Baiklah selanjutnya Kim Team” Kata MC Yoo yang menandakan sekarang giliran team Eun Hye untuk memilih pasangan . Mereka sudah mengambil posisinya masing masing .

ImageGambar itu adalah contoh permainan couple games di X-Man

Setelah giliran para peserta wanita menunjukkan keahlian mereka(dance , menyanyi) kini giliran peserta pria memilih .

“ Haha-ssi , siapa yang kau pilih?” kata MC Yoo memulai permainan . “Aku memilih Park Kyung Lim noona” jawab Haha dengan tegas. “okey , bagaimana Park Kyung Lim-ssi ?” Tanya MC Yoo . “Aku menerimanya” jawab Kyung Lim . “baiklah yang pertama Haha Park Kyung Lim couple” Lanjut MC Yoo.

“baik selanjutnya Kim Jong Kook-ssi”

Kini jantung Eun Hye kembali berdegup kencang , ia tidak tau apa yang terjadi padanya padahal belum tentu Kim Jong Kook akan memilihnya kali ini , walau dulu ia selalu memilih Eun Hye di permainan Eun Hye .

“bolehkah aku sambil menyanyikan sebuah lagu ?” lanjut Kim Jong Kook . “tentu saja”jawab MC Yoo.

I Love You , I Really Love You

I’m Leaving Because Of You , Don’t Forget Me … Eun Hye-ssi

Nb : sebenernya author juga nggak tau itu lagu apa , tapi lagu itu aku ambil dari lagu yang dinyanyikan Kim Jong Kook di X-Man Ep 40 special in Pattaya.

~sory~

Eun Hye’s POV

Kini tubuhku mulai terasa panas , darahku seolah mengalir lebih kencang setelah mendengar nyanyian itu . aku mulai kehilangan kendaliaku bahkan air mataku terjatuh tanpa seijinku , aku tidak tau kenapa aku menangis setiap memory masa laluku dengan Jong Kook oppa . Aku memutuskan untuk berlari meninggalkan studio ditengah tengah broadcast , aku kehilangan keprofesionalitasan ku dengan air mata yang masih menetes di pipiku . Tanpaku sadari Jong Kook oppa juga berlari mengejarku , kini dia berhasil menarik tanganku yang berhasil menghentikan langkahku . “Eun Hye-aa ada apa denganmu? kenapa Kau seperti berusaha menjauhiku ? kau selalu bersikap dingin padaku ? kau bersikap seolah membenciku ? Dan sekarang kau tiba tiba menangis dan meninggalkan studio?” Suara Jong Kook oppa yang membuat darahku seolah berdesir dan tubuhku terasa memanas karena perkataannya seolah menyalahkan diriku atas segala perlakuanku padanya .

“ Mwo ?? Ada apa denganku katamu?? Aku seperti ini juga karena kau oppa , karena perbuatanmu padaku yang mebuatku jadi besikap dingin dan angkuh padamu , dan sekarang kau seolah menyalahanku atas semua sikapku padamu” kini air mataku mengalir semakin deras tanpa seijinku .

“Eun Hye-aa mian..” kata Jong Kook oppa yang belum selesai ia katakan sudah kupotong dengan perkataanku .

“Aku belum selesai bicara , dan kau bilang kenapa kenapa aku membencimu . ya kau benar aku memang membencimu oppa , aku membencimu karena kau sudah membuangku seperti sampah dan kau sekarang muncul lagi di hadapanku disaat aku mulai melupakanmu dan sekarang kau bukan hanya muncul di hadapanku tapi kau juga mengejarku dengan kata kata cintamu itu yang membuat aku muak … Apa kau kira aku barang yang bisa kau buang ketika kau bosan dan mengambilnya lagi ketika kau sudah mulai bosan dengan mainanmu yang baru . Wee ??? Wee oppa ? kenapa kau melakukan ini padaku ??? ”

Semua energiku rasanya terkuras habis saat mengatakan semua itu tadi dan tubuhku terasa lemas sekarang , sampai akhirnya kurasakan Jong Kook oppa yang membenamkanku dalam pelukannya .Pelukan yang begitu hangat dan aku rindukan selama 7 tahun ini . Untuk beberapa saat kubiarkan tubuhku terbenam dalam pelukannya yang hangat untuk melepaskan rindu dan semua bebanku , sebelum aku menyadari keberadaan Seung Hyun oppa yang langsung mengahampiriku dan langsun menarikku lalu mendaratkan hantaman pada wajah Jong Kook oppa .

                                                 To Be Continued                 

I’m Sorry Oppa (Chap 4)

ImageNote : FF ini sudah pernah aku kirim ke Big Bang Fan Fiction Dan sekarang aku coba post di blog pribadiku 😀 .

Author : Loei Veve

Cast :

Yoon Eun Hye :

  • Usia : 24 tahun
  • Pekerjaan : Mahasiswa , Model , Aktris
  • Ket :Adik Kwon Ji Yong, Kekasih Choi Seung Hyun

Kim Jong Kook :

  • Usia : 32 tahun
  • Pekerjaan : Penyanyi , Presenter
  • Ket : Mantan kekasih Yoon Eun Hye

Choi Seung Hyun (TOP) :

  • Usia : 26 tahun
  • Pekerjaan : Aktor , Penyanyi , Rapper
  • Ket : Kekasih Yoon Eun Hye

 

Other Cast :

Kwon Ji Yong (G-Dragon):

  • Usia : 26 tahun
  • Pekerjaan : Pengusaha
  • Ket : Kakak Yoon Eun Hye , Kekasih Park Bom

Park Bom (2ne1):

  • Usia : 24 Tahun
  • Pekerjaan : Pengusaha
  • Ket : Teman Yoon Eun Hye , Kekasih Kwon Ji Yong

Genre : Romance

Lenght : Chaptered

A/N : Cerita ini murni ide dan karangan dari author sendiri , cast milik mereka sendiri 😀 dan ini adalah FF pertama yang aku tulis , jadi aku minta maaf kalau ceritanya agak Gaje . Dan aku minta kritik dan sarannya ya di kotak komentar . Thank You ^_^

Twitter : @VeveVLoei

 

Last Chapter

“Hey .. Jong Kook-aa ada apa denganmu , kenapa kau diam saja semenjak Eun Hye datang ? Apa kau grogi duduk berhadapan dengan Eun Hye ?” Kata Kim Je Dong yang di lanjutkan dengan tawa dari semua tamu undangan .

Deg … Jantung Eun Hye berdetak lebih kencang dari biasanya ,

~sory~

 

Jong Kook’s POV

“Ahh… Eun Hye-aa ayo masuk , apa kabar ?” Suara Ho Dong hyung menyambut kedatangannya yang membuatku awalnya sedang bercanda dengan Haha , Kim Jong Min dan Lee Jin jadi mengalihkan pandanganku kearah seorang wanita cantik yang mulai muncul dari pintu . Aku sangat merindukannya , aku ingin langsung datang dan memeluknya ,tapi entah kenapa kini darahku serasa membeku , aku benar benar kaku dan tidak bisa berbuat apapun . “Aku baik baik saja , bagaimana dengan kalian?” Katanya yang kini mengambil tempat duduk tepat di hadapanku , yang membuatku semakin membeku tak bisa berbuat apapun .

Kini aku sedang berusaha untuk mengumpulkan keberanian untuk menyapanya sebelum akhirnya Kim Je Dong hyung menggoda ku duluan sebelum aku berani menyapanya ”Hey .. Jong Kook-aa ada apa denganmu , kenapa kau diam saja semenjak Eun Hye datang ? Apa kau grogi duduk berhadapan dengan Eun Hye ?” kata Kim Je Dong hyung yang berhasil membuatku salah tingkah . Kulihat Eun Hye hanya bersikap santai , seolah perkataan Kim Je Dong hyung itu tadi hanyalah sekedar bercandaan biasa . Untuk beberapa saat seluruh isi ruangan itu hening seolah menunggu jawaban dariku ataupun Eun Hye , sampai akhirnya Eun Hye berbicara “ Ahh … oppa jangan berusaha mengungkit masalaluku lagi deh … Apakah kau lupa aku sudah memiliki calon tunangan sekarang” kata Eun Hye santai yang membuat hatiku sakit .

“ ahh aku lupa .. okey okey arraseo….”kata Kim Je Dong hyung yang di iringi tawa seluruh isi ruangan .

“ hai semua apa yang sedang kalian lakukan , kenapa kalian terlihat begitu bahagia ..?” tanya Andy yang baru masuk dengan anggota shinhwa dan seorang laki laki tampan di sebelahnya .

“ Siapa itu Andy ?” tanya Lee Jin menanyakan tentang laki laki tampan itu tadi .

“ ow ini … ini adalah kekasih dari wanita cantik yang duduk disebelahmu Eun Hye” kata Andy sambil menunjuk kearah Eun Hye . deg … kini hatiku terasa semakin sakit apalagi setelah aku melihat ke arah Eun Hye dan ia hanya menatapku dingin lalu beralih menatap laki laki itu .

 

Eun Hye’s POV

Untunglah Seung Hyun oppa cepat datang , keberadaannya sangat membantuku karena aku sebenarnya juga takut kehabisan omongan dan tidak bisa melawan Je Dong oppa yang mulai membuka kisah masalaluku itu.

Kini semuanya kembali normal , aku kembali mengobrol dan bercanda dengan yang lain dan Seung Hyun oppa . Mereka mulai menanyakan tentang hubunganku dengan Seung Hyun oppa seperti Kapan kau akan bertunangan ? Kapan kau akan menikah ? Apakah kau serius dengannya ? . Setelah makan malam selesai kita memutuskan untuk pindah tempat ke taman hotel agar lebih nyaman untuk ngobrol ngobrol . Tiba tiba saja ponsel Seung Hyun oppa berbunyi , yang sepertinya dari Sandara eonni (kakak Seung Hyun oppa)

“yeobosseo” kata seung Hyun oppa

“…”

“Mwo ??? eonni apa kau sudah gila? Aku sedang bersama Eun Hye sekarang . Apa kau tidak bisa pulang sendiri naik taxi ?”

“….”

“Ahhh… kau merepotkan saja . Aku akan mencoba membicarakannya pada Eun Hye tapi aku tidak janji padamu .”

“…”

“arrasso … arrasso”

~sory~

 

“Apakah itu Dara eonni ?” Tanyaku setelah ia menutup telfonnya

“ Emm . Itu Dara eonni” Jawabnya ragu.

“Wee ?? Apakah dia di Korea sekarang ?” tanyaku . Dara eonni memang tidak tinggal di Seoul , dia tinggal di Jepang dengan orang tua mereka .

“ Iya dia sekarang ada di Seoul dan dia sekarang memintaku untuk menjemputnya karea dia tidak membawa dompet dan kunci apartement jadi dia tidak bisa pulang . Tapi aku tidak mungkin meninggalkanmu sekarang” katanya lembut sambil menatapku dengan matanya yang tajam dan wajahnya yang tampan itu .

“ Wee ?? Kenapa kau tidak bisa meninggalkanku ? pergilah , kau harus menjemput Dara eonni dia pasti lelah setelah perjalanan dari Jepang . Aku bisa pulang naik taxi sendiri kok .”

“Tapi Eun Hye-aa…..”

“Tapi apa oppa , kau tidak perlu khawatir padaku aku bukan anak kecil lagi , aku bisa pulang sendiri oppa .” kataku mencoba untuk merayunya agar dia mau menjemput kakaknya .

“ Apa kau yakin ?” tanyanya yang kemudian ku balas dengan anggukan .

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya , jaga dirimu sayang” katanya sambil mencium keningku lembut lalu berpamitan dengan yang lain .

“ Ne arrasso , hati hati di jalan oppa . Aku akan menelfonmu kalau aku sudah pulang” kataku setelah ia berpamitan .

~sory~

 

 

Author POV

Waktu berlalu begitu cepat , kini waktu menunjukkan pukul 22.00 mereka sudah mulai kehabisan bahan untuk di perbincangkan , sebelum akhirnya Haha memiliki ide yang cukup bagus

“Bagaimana kalau sebelum kita memulai syuting besok , kita melakukan pemanasan dengan memainkan beberapa permainan X-Man sekarang ?” Kata Haha dengan wajah sumringah .

“ahh ide yang bagus , tapi apa yang akan kita mainkan ?” sahut Yoo Jae Suk .

“Bagaimana kalau kita memainkan games Danghyunaji ?” tanggap Park Kyung Lim.

“ahh itu ide bagus , apakah kalian setuju ?”Kata Yoo Jae Suk yang ditanggapi anggukan oleh para tamu .

Kali ini yang bermain hanya para anggota X-Man saja sementara para pasangan mereka lebih memilih untuk mengelompok dan ngobrol sambil menonton mereka semua .

Eun Hye dan Kim Jong Kook hanya diam saja dari tadi karena memang tidak tau harus melakukan apa . “Kalau begitu kita harus membagi kelompok dulu” kata Eun Hye yang mulai membuka mulutnya .

“tentu saja kita harus membagi kelompok” sahut Jae Suk

Setelah perundingan beberapa saat akhirnya mereka sudah menentukan 2 kelompok yaitu Kang Team : Kang Ho Dong , Nam Sang Mi , Hwangbo , Andy , Lee Ji Hoon , Yoon Eun Hye , Lee Jin , Eric , Sung Shi Kyung , Shin Hye Sung , Junjin , . Kim Team : Kim Je Dong , Park Kyung Lim , Kim Jong Kook ,Haha , Kim Dongwan , Lee Min Woo , Lee Ji Hyun , Kang Eun Bi , Kim Jong Min , Chae Yeon .

Permainan dimulai kini Kim Team memimpin dengan score 5:2 . Sekarang yang bermain adalah Kim Jong Kook yang sedang melawan Lee Jin .

“ Oke .. Kim Jong Kook-ssi menang .” Kata Yoo Jae Suk menandaan Kim Jong Kook memenangkan permainan . “Baiklah Kim Jong Kook-ssi karena kau sudah menang 2 kali , sekarang kau bisa memilih lawanmu sendiri” Lanjutnya .

“aisshh … kenapa kau sekarang jadi begitu formal terhadapku” kata Kim Jong Kook yang sontak membuat semua tertawa . “Aku memilih … Eun Hye-ssi” Kata Jong Kook dengan nada ragu dan malu malu . Yoon Eun Hye hanya bisa tertunduk dan kini detak jantugnya kembali berdegub kencang , tapi tidak ada yang bisa dia lakukan dia terpaksa mengikuti permainan itu dengan Kim Jong Kook .

“Oke Eun Hye-ssi , Kim Jong Kook-ssi …. Mulai” Kata Yoo Jae Suk untuk menandai permainan di mulai .

“Eun Hye-aa apa kabar ? Apa kau baik baik saja ?” Kim Jong Kook memulai permainan.

“ Danghyunaji  aku baik oppa , bagaimana denganmu ?” jawab Eun Hye

“wahh….awal permainan yang bagus ..” komentar Yoo Jae Suk sbg MC

“Danghyunaji .. Eun Hye-aa kau sekarang jadi lebih cantik , apa karena kau sekarang sudah memiliki pacar ?” lanjut Kim Jong Kook yang sebenarnya sudah mulai di luar kendali permainan , karena dia memang sedang di bakar oleh api cemburu karena tadi melihat kemesraan Eun Hye dan Seung Hyun . “Suasana sepertinya mulai memanas” komentar MC Yoo lagi “tentu saja” tanggap Kim Je Dong

“Danghyunaji , memang kenapa oppa ? apa ada masalah dengan hal itu?” jawab Eun Hye . deg … deg.. kini Jong Kook mulai gugup , dia tidak menyangka Eun Hye akan mengatakan hal itu .

“Dang .. Danghyunaji , apakah kau benar benar mencintainya ?”kata Jong Kook dengan wajah gugup dan nada penuh kecemburuan .

Eun Hye benar benar terkejut dengan pertanyaan Jong Kook yang mulai keluar dari jalur permainan . “Danghyunaji , kenapa kau menanyakan hal itu ? aku rasa itu adalah masalah pribadiku , kenapa kau ingin mengetahuinnya ?” Tanggap Eun Hye yang mulai marah dengan sikap Jong Kook yang kini seolah ingin mengatakan kalau dia cemburu dengan Seung Hyun .

MC Yoo , Kim Je Dong , Kang Ho Dong dan peserta lainnya hanya bisa diam , MC Yoo yang biasanya selalu berkomentar kini tidak berani berkomentar . Mereka merasa Kim Jong Koo dan Yoon Eun Hye sekarang mulai memasuki area pribadi mereka berdua .

Jong Kook kini benar benar sudah tidak tahan lagi , ia ingin mengatakan pada Eun Hye kalau ia mencintainya . Kini darahnya terasa memanas , dia benar benar tidak tahan lagi “karena aku masih mencintaimu Eun Hye-aa” katanya dengan nada bergetar yang sontak membuat Eun Hye dan semua orang yang ada disana terkejut dan membisu .

To Be Continued